Sabtu, 25 April 2026

Malteng Hari Ini

Dicecar Isu-Isu Kemasyarakatan, DPD Demokrat Malteng Buka Diri Terima Kritik Saran

‎Perwakilan masyarakat itu menyoal berbagi isu kemasyarakatan pada momentum Focus Group Discussion

TribunAmbon.com/Silmi Sirati Suailo
PARTAI DEMOKRAT - DPD Partai Demokrat Maluku Tengah saat melaksanakan Focus Group Discussion di Kota Masohi, Sabtu (13/12/2025) 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Perwakilan masyarakat dari berbagai lapisan mencecar para wakil rakyat yang terhimpun dalam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku Tengah.‎

‎Perwakilan masyarakat itu menyoal berbagi isu kemasyarakatan pada momentum Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Kota Masohi, Sabtu (13/12/2025).

‎Beberapa kritik yang disampaikan antara lain, dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Masohi menyoroti respon Anggota Legislatif (Aleg) Demokrat soal PT. Waragonda. ‎

‎Kedua, datang dari Mario, pemuda Kelurahan Letwaru yang menyentil kasus tawuran di lingkungannya dan lemahnya peran aparat penegak hukum. ‎

‎Adapula perwakilan Pemuda dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST), La Hamidun yang mengkritik tentang melemahnya kepercayaan masyarakat kepada partai politik.

Baca juga: Pemkab SBT Akui OPD Masih Berkantor di Gedung Sewa, Ini Tanggapan Bupati Fachri

Baca juga: Disdik Buru Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Tahun 2025, Fokus Sarpras hingga Dana BOS

‎Menanggapi kritik tersebut, Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Tengah, Halimun Saulatu menegaskan bahwa pihaknya membuka diri untuk dikritik.‎

‎Sebagai ejawantah masyarakat, ia meyakini bahwa forum yang digelar hari ini ialah forum masyarakat, dan pihaknya siap berdiskusi untuk mendapatkan kesepakatan yang terbaik bagi semua pihak.

‎"Ini adalah forum bersama, kami DPD Demokrat membuka diri, tentu kami akan mendengar dan menerima semua aspirasi masyarakat," tegas Saulatu yang juga Anggota DPRD Provinsi Maluku itu.

‎Di sisi lain, Hidayat Samalehu yang adalah Sekretaris Komisi II DPRD Maluku Tengah, merespon persoalan PT. Waragonda dan Masyarakat Negeri Haya.

‎Menurutnya, sekelumit masalah tersebut bermula dari mal administrasi perizinan, tentu selalu Wakil Rakyat ia menegaskan keberpihakannya pada masyarakat.

‎‎"Saya ingin sampaikan bahwa terlepas dari saya sebagai Anggota DPRD, saya juga anak Negeri Haya dan sudah menjadi tanggung jawab saya untk mengawal hal tersebut," tegas Samalehu.

‎Terpisah, perwakilan Komisi I DPRD Maluku Tengah, Yopie Lasamahu turut merespon masalah keamanan di lingkungan Kelurahan Letwaru.

‎Pihaknya yang bermitra dengan Pemerintahan, berjanji bakal berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved