Kamis, 28 Mei 2026

Malteng Hari Ini

‎Jembatani Lalu Lintas Warga Banda, Pengemudi Kapal Motor Minta Perbaikan Jembatan 

Peran kapal motor cukup vital yakni menjembatani lalu lintas warga Kepulauan Banda.

Tayang:
TribunAmbon.com/Silmi Sirati Suailo
PELABUHAN LAMANE - Aktivitas di Pelabuhan Lamane, Kecamatan Banda, Maluku Tengah, Rabu (3/12/2025) 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Kapal Motor menjadi moda transportasi laut di Pelabuhan Lamane, Kecamatan Banda.

Peran kapal motor cukup vital yakni menjembatani lalu lintas warga Kepulauan Banda.

‎‎Otorita Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Perhubungan (Dishub) Kecamatan Banda memajaki tiap motor Rp 5 ribu per hari. 

‎‎Pagi-pagi sekali Pelabuhan Kecil dengan konstruksi papan kayu itu nampak sibuk dengan aktifitas masyarakat dari dua kecamatan di Banda.

‎‎Menjadi pelabuhan kecil satu-satunya di Kecamatan Banda, setiap hari warga dari Kecamatan Kepulauan Banda melintasi jembatan tersebut. 

‎Jembatan di Pelabuhan Lamane berkonstruksikan papan kayu yang disanggah dengan tiang beton.

Baca juga: ‎Pengembangan Pariwisata di Banda, DPRD: Pemda Harus Perhatikan Infrastruktur Pendukung 

Baca juga: Tak Miliki Sistem Daur Ulang, Sampah di TPA Namatimur SBT Makin Menggunung, Warga Pun Khawatir

‎‎Luasan area pelabuhan diperkirakan mencapai 300 M⊃2;.

Beberapa sisi kayu pada jembatan nampak rusak juga licin bila terkena air hujan.

‎‎Mat (50), salah seorang Pengemudi Kapal Motor berharap agar jembatan bisa segera diperbaiki.

‎‎"Kita sering bilang petugas lihat jembatan ini, mereka yang ambil uang maka harus urus jembatan ini lagi," ujar Bapak Mat, Rabu (3/12/2025).‎

‎Dengan kondisi jembatan, ia khawatir membahayakan penumpang.‎

Baca juga: ‎Pengembangan Pariwisata di Banda, DPRD: Pemda Harus Perhatikan Infrastruktur Pendukung 

Baca juga: Warga Bersyukur, Kerusakan Jalan Dr. J. B. Sitanala Telah Diperbaiki: Terima Kasih

‎"Jangan sampai penumpang kenapa-kenapa," tukasnya.

‎‎Pria yang memiliki tujuh orang anak itu menyampaikan, para pengemudi kapal motor juga diprotes penumpang.

‎‎"Penumpang bilang katorang (kita) orang motor (tuk perbaikan jembatan) tapi katorang juga tidak tahu, kita juga bayar (pajak)," ungkapnya. 

‎‎Ia juga bertanya-tanya, pasalnya setiap hari membayar pajak ke petugas namun kondisi jembatan tak kunjung diperhatikan.

‎‎"Jadi masalah jembatan kita tidak tahu, kita juga bayar setiap hari Rp 5 ribu," pungkasnya.‎

‎Untuk diketahui, sekira puluhan kapal motor berlabuh di Pelabuhan Lamane, mengantar penumpang pulang dan pergi ke pulau-pulau seberang di Kepulauan Banda. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved