Kamis, 30 April 2026

Malteng Hari Ini

Eksotisme Perairan Banda Diperhadapkan Masalah Sampah, Warga: Tidak Ada TPS

‎Pasalnya, perairan Laut Banda yang memukau akan keindahan bawah lautnya, dinodai dengan masalah sampah yang tak berkesudahan.

Tayang:
TribunAmbon.com/Silmi Sirati Suailo
SAMPAH BERSERAKAN - Sampah plastik berserakan di pesisir pantai Nusantara, Banda Neira, Senin (1/12/2025) 

‎Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Di balik eksotisnya Kepulauan Banda yang terkenal akan keindahan alamnya, Banda menyimpan kenyataan kontras. 

‎Tak lain adalah sampah, persoalan klasik yang tak berkesudahan.

Warga Banda di daerah pesisir pantai cenderung membuang sampah langsung ke laut.

Salah satunya terjadi di kawasan Nusantara, Kecamatan Banda. 

‎Dalam sehari DL (53) salah seorang ibu rumah tangga bisa membuang dua bungkusan plastik sampah rumah tangga langsung ke laut. 

‎Sampah yang dibuang bermacam-macam, mulai dari plastik bungkusan makanan, sampah kresek, sampah sisa makanan, dan sampah rumah tangga lainnya. 

‎"Abis mau buang kemana, disini seng (tidak) ada tempat pembuangan sampah!," ujar DL kepada TribunAmbon.com, Senin (1/12/2025).

Baca juga: Pojok Baca Digital Resmi Beroperasi di Banda, Disperpus Dorong Peningkatan Minat Baca

Baca juga: Dugaan Korupsi Rp.2 Miliar, Inspektorat SBT Audit Proyek Fisik Desa Airnanang

‎DL menyeletuk, tindakan itu dilakukan lantaran tak ada tempat penampungan sampah, begitu pula sikap pasif pemerintah yang tak menyikapi kebutuhan fasilitas publik penampung sampah. 

‎Ironi ini juga terjadi di kios-kios yang menjajakan minuman dingin sasetan dan minuman kemasan plastik tepat di Pelabuhan Kecil Lamane, di Negeri Nusantara yang menjadi lokasi penyeberangan warga Banda ke pulau-pulau seberang. 

‎"Kalau disini katong (kita) jual minuman, biasa pembeli langsung minum sampah dibuang (ke laut)," ujar HS (40) salah seorang penjual minuman di area Pelabuhan Lamane.

‎Salah seorang pedagang di Pelabuhan Lamane HS, menyatakan bahwa ia bisa menjual 10-15 pop ice, minuman dingin sasetan yang disajikan dalam cup plastik bening. 

‎Angka itu belum terhitung dengan minuman air mineral kemasan botol plastik dan kemasan cup gelas, juga puluhan jenis jajanan kemasan yang dijual di Pelabuhan Lamane.

‎Tak ayal, puluhan sampah plastik terlihat mengapung di sekitar perairan Pelabuhan Penyeberangan Lamane di Negeri Nusantara, Banda Neira. 

‎Potret kondisi yang terjadi di Pesisir Negeri Nusantara merupakan sisi gelap di Kepulauan Banda, dan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah apalagi Banda telah masuk dalam Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KPSN). 

‎Data tekini BPS menunjukkan jumlah populasi di Kecamatan Banda sebanyak 11.826 jiwa, sementara di Kecamatan Kepulauan Banda sebanyak 10.456 jiwa.

‎Dengan jumlah ribuan jiwa penduduk, maka tentu masalah sampah menjadi kian kompleks dan butuh penyelesaian bersama dari semua pihak. 

‎RENCANA PENGELOLAAN SAMPAH MELALUI TPST 

‎Belakangan diketahui, Pemerintah melalui Dinas teknis sedang mengupayakan penerapan skema pengelolaan sampah melalui ‎Tempat Pengolahan Sampah  Terpadu (TPST) di Pulau Banda.

‎Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Hengky Tomasoa, mengaku (skema pengelolaan TPST) bakal bekerjasama dengan pihak kedua, namun hingga saat ini masih dalam tahapan mempersiapkan dokumen pendukung.

‎"Terkait kolaborasi dengan Dinas PUPR Malteng iya benar, dan sekarang kita sedang persiapkan dokumen, yang pasti untuk pembuatan TPST kita harus bikin kerjasama dengan pihak kedua untuk pengelolaan sisa sampahnya," ujar Kadis saat dikonfirmasi, Selasa (11/11/2025).

‎Senada dengan itu, Jumat (17/10/2025) lalu, Kepala Dinas PUPR Maluku Tengah, Hassan Firdaus juga menyampaikan rencana pengelolaan sampah dengan skema TPST. 

‎"Kita tinggal tentukan prioritas, kemarin Bupati sempat audiens dengan Kementerian PUPR tentang infrastruktur dengan pengembangan Banda. Salah satunya Pengembangan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) dan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) Banda,  kemudian air bersih, penataan kawasan dan penataan Kawasan Cagar Budaya," jelas Hassan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu. 

‎Komitmen yang sama juga diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Maluku Tengah, Sahbudin Hayoto, dikatakan, pihaknya bermitra dengan Dinas PUPR.

‎Maka dari itu, soal rencana pembangunan TPST, ia dan rekan-rekan komisi siap mengawal hingga masalah persampahan di Banda bisa teratasi.

‎"Kita bermitra dengan PUPR dan TPA sudah dianggarkan, tahun ini dikerjakan," tukas Politisi Gerindra itu. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved