Selasa, 19 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Karnaval Jelang HUT ke-68 Kota Masohi, Ini Harapan Ismail Ohorella

Sekretaris DPC Partai Demokrat Maluku Tengah, Ismail Ohorella mengatakan, dari kegiatan itu, ada beberapa makna yang dapat diambil.

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
HUT KE-68 MASOHI - Karnaval menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kota Masohi berlangsung, Sabtu (1/11/2025) kemarin. 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Karnaval menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-68 Kota Masohi berlangsung, Sabtu (1/11/2025) kemarin.

Acara itu dibuka langsung Bupati Maluku Tengah, Zulkurnain Awat Amir dan didampingi Wakil Bupati Maluku Tengah, Mario Lawalata serta Forkopimda dan OPD lingkup Kabupaten Maluku Tengah.

Karnaval itu merupakan momentum penting untuk memaknai nilai-nilai budaya dan persaudaraan yang terkandung dalam konsep "Masohi Berbudaya, Masohi Bersaudara". 

Sekretaris DPC Partai Demokrat Maluku Tengah, Ismail Ohorella mengatakan, dari kegiatan itu, ada beberapa makna yang dapat diambil.

Diantaranya Masohi Berbudaya, konsep ini menekankan pentingnya melestarikan dan mengembangkan budaya lokal yang kaya dan beragam. 

“Dalam konteks Karnaval, hal ini dapat diwujudkan melalui penampilan seni dan budaya yang menampilkan keunikan dan keindahan budaya kabupaten Maluku provinsi Maluku,” kata Ohorella, Minggu (2/11/2025).

Baca juga: Alhidayat Wajo Soroti Tumpahan Oli di Pantai Wailaa-Ambon: Restorasi Laut dan Hukum Pelaku

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Pastikan Tak Ada Kebocoran di IT Wayame

Selain itu Masohi Bersaudara, konsep ini menekankan pentingnya persaudaraan dan kebersamaan antar masyarakat. 

Dalam konteks Karnaval, hal ini dapat diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif paguyuban masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan solidaritas antar warga di Kabupaten Maluku Tengah.

Dalam pelaksanaan Karnaval, nilai-nilai budaya dan persaudaraan ini dapat diwujudkan melalui penampilan seni dan budaya.

“Dimana menampilkan keunikan dan keindahan budaya daerah Kabupaten Maluku Provinsi Maluku melalui tarian adat Cakalele, musik, dan kostum/pakaian adat sebagai simbol dan identitas,” ungkapnya.

Kemudian partisipasi masyarakat juga terlajin dengan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Karnaval, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan solidaritas antar warga di Kabupaten Maluku Tengah.

“Ada pula promosi budaya dengan menggunakan karnaval sebagai sarana untuk mempromosikan budaya daerah Maluku Tengah Provinsi Maluku kepada masyarakat luas,” ujar Ohorella.

Pengembangan kreativitas juga hadir denga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam membuat kostum, dekorasi, dan penampilan tarian dan seni.

“Dengan memaknai nilai-nilai budaya dan persaudaraan dalam Karnaval, diharapkan dapat memperkuat identitas budaya  akan pentingnya kebersamaan dan solidaritas,” tandas Ohorella. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved