Malteng Hari Ini
Negeri Wassu Pulau Haruku Belum Tersentuh Jembatan, DPRD Minta Pemda Bertindak Cepat
DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah segera membangun jembatan karena kondisi akses saat ini dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Ode Alfin Risanto
Ringkasan Berita:
- Negeri Wassu di Kecamatan Pulau Haruku disebut belum memiliki akses jembatan sejak Indonesia merdeka, sehingga warga kesulitan bepergian terutama saat musim hujan.
- Nirmala Pattikawa mengungkapkan warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan batang pohon dan tali untuk memenuhi kebutuhan pokok.
- DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah segera membangun jembatan karena kondisi akses saat ini dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Sejak Indonesia merdeka pada tahun 1945, Negeri Wassu di Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah tak tersentuh dari akses jembatan.
Negeri paling Selatan di Pulau Haruku itu memiliki jumlah penduduk 750 jiwa di tahun 2024 (data BPS), namun seakan luput dari perhatian lantaran Negeri Wassu tak punya akses penghubung ke daerah luar semisal ke desa tetangga, Negeri Oma.
Memasuki Musim Timur (musim penghujan) kekhawatiran masyarakat kian tinggi, hal itu diutarakan Anggota DPRD Maluku Tengah, Nirmala Pattikawa , Senin (25/5/2026).
Legislator dari Dapil Pulau Haruku itu membeberkan keterbatasan akses jalan masyarakat saat Musim Timur, dimana masyarakat melintas daratan menuju Negeri Oma lalu menggunakan speedboat untuk ke daerah tujuan mereka.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Perluas Layanan Hingga Kabupaten/Kota di Maluku
Baca juga: Pemda SBT Rampungkan Saluran Air 180 Meter untuk Atasi Banjir di Desa Effa
Wakil Rakyat itu menyebut, saat musim hujan mereka hanya bisa melintasi sungai dengan jembatan batang pohon yang sangat membahayakan.
"Nanti dong nai spit . Jadi hari ini di tahun 2025 kemarin itu dari PUPR sudah buka jalan. Sayangnya di tahun 2025 musim timur kemarin itu ada longsor jadi jalannya sedikit saja karena tertutupi material longsor, sehingga untuk saat ini musim timur dong mau melewati jalan menuju Oma kan paleng stengah mati dimana dong harus melewati sungai yang ada pohon tumbang," Jelas Pattikawa.
Ia membenarkan bahwa jumlah penduduk Negeri Wassu tidak begitu banyak, namun mereka adalah masyarakat Maluku Tengah.
"Tapi mereka tetap masyarakat Malteng dimana Katong sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh masyarakat katong harus melihat itu karena satu-satunya akses jalan untuk ke kota, kalo sementara seng ujang dong lewat pantai jadi kalo aer nai (air pasang) otomatis masyarakat terpaksa harus lewat sungai itu," imbuh Politisi PKB itu.
Nirmala Pattikawa menyatakan infrastruktur jembatan menjadi kebutuhan yang sangat mendesak. Ia mendesak Pemda Maluku Tengah agar segera bertindak.
"Itu termasuk sangat harus, menjadi sesuatu yang urgen. Pemda harus mengambil langkah tegas dan cepat untuk mengatasi persoalan yang ada di Negeri Wassu Kecamatan Pulau Haruku," imbuh Nirmala Pattikawa.
Ia menceritakan, saat musim timur, masyarakat terpaksa melintasi batang pohon yang dibentangkan di atas sungai, guna bepergian memenuhi kebutuhan pokok mereka.
"Untuk memenuhi kebutuhan pokok terpaksa dong harus lewati jalan seperti itu, dong harus pake tali untuk menyeberang, ada satu pohon yang terlentang sehingga dong lewati itu," ceritanya.
Ia mengaku, sepekan belakangan cuaca masih panas terik, namun yang paling ditakutkan saat musim hujan. Kemungkinan terburuknya ketika melintas dalam musim hujan adalah masyarakat terjatuh lalu meninggal.
"Ini memang harus cepat diselesaikan oleh Pemda. Menurut beta secepatnya katong DPRD dan Pemda Malteng turun melihat keadaan dalam waktu dekat, sehingga musim timur di tahun 2027 kedepan ini Katong sudah bisa melewati jembatan tidak lagi lewat sungai yang mengancam nyawa," pungkas Pattikawa. (*)
| 902 PPPK Paruh Waktu di Disdikbud Maluku Tengah Segera Digaji dari Dana BOS |
|
|---|
| DPRD Jamin Dalam Waktu Dekat Upah PPPK Paruh Waktu di Malteng Dibayarkan |
|
|---|
| Sempat Jadi Sorotan, Begini Mekanisme Penyaluran Bantuan Atensi oleh Kantor Pos |
|
|---|
| Pedagang Resah Usai Aksi Pencurian di Masohi Plaza, Kinerja Satpol PP Dipertanyakan |
|
|---|
| Aksi Komplotan Pencuri di Masohi Plaza Terekam CCTV, Etalase Toko Dibobol |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/negeri-waasu-terancam.jpg)