Rabu, 27 Mei 2026

Malteng Hari Ini

Sempat Jadi Sorotan, Begini Mekanisme Penyaluran Bantuan Atensi oleh Kantor Pos

Kata Ahwan, Kantor Pos Ternate bekerja sama dengan Sentra Bahagia Ternate  terkait penyaluran Atensi kepada 465 KPM.

Tayang:
Istimewa/Mapikor Maluku
PENERIMA MANFAAT - Penerima manfaat Bantuan Atensi saat berada di Kantor Pos Masohi, Jumat (22/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Penyaluran Bantuan Atensi tuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Maluku Tengah sempat menjadi sorotan pada Jumat (22/5/2026).
  • ‎Suasana penyaluran Atensi di Kantor Pos Masohi menjadi tak terkendali kala penerima awalnya diserahkan uang tunai untuk dilakukan dokumentasi, setelahnya uang itu dikembalikan dan penerima diberikan sejumlah barang atau produk rumah tangga. 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Penyaluran Bantuan Atensi tuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Maluku Tengah sempat menjadi sorotan pada Jumat (22/5/2026).

‎Suasana penyaluran Atensi di Kantor Pos Masohi menjadi tak terkendali kala penerima awalnya diserahkan uang tunai untuk dilakukan dokumentasi, setelahnya uang itu dikembalikan dan penerima diberikan sejumlah barang atau produk rumah tangga. 

‎Minggu (24/5/2026) Executive General Manager Wilayah Maluku–Maluku Utara Kantor Cabang Utama PT Pos Indonesia Ambon, Muhammad Ahwan Pryan Prasasti memberikan keterangannya terkait mekanisme penyaluran Atensi.

‎Kata Ahwan, Kantor Pos Ternate bekerja sama dengan Sentra Bahagia Ternate  terkait penyaluran Atensi kepada 465 KPM.

‎Dengan sebaran Kota Tual 179 KPM, Kabupaten Maluku Tengah 186 KPM dan Kabupaten Pulau Buru sebanyak 200 KPM.

‎Diakui, dana yang diberikan sebesar Rp 1 juta per KPM dengan peruntukan pembelian barang atau jasa yang dibutuhkan KPM sesuai hasil verifikasi yang dilakukan oleh Sentra kepada KPM Calon penerima.

‎Ahwan menyebut, penyalurannya hampir mirip dengan penyaluran dana Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi.

‎"Hal ini hampir sama dengan penyaluran dana Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi dimana KPM diberikan dana tunai untuk dibelanjakan barang sebagai modal usaha," ujar Ahwan.

Baca juga: Dugaan Penipuan, Warga Rumah Terdampak Longsor di BTN Gadihu Laporkan Pengembang ke Polda

Baca juga: Kunci Gitar Lu Kenal Veronica Ko - Ecko Show feat Verry Klau: Soal Musik Main Habis

‎Disampaikan, pada pelaksanaannya untuk mempermudah KPM dalam membelanjakan dana Atensi tersebut pihak Sentra menyiapkan barang berupa sembako.

‎"Dan membuat mekanisme dana yang diterima KPM dari Petugas Kantor Cabang Pos (KCP) Masohi ditukar dengan sembako," ulasnya.

‎Namun begitu, Ahwan membeberkan bahwa mekanisme menukar uang dengan sembako tanpa konfirmasi ulang kepada KPM, apakah barang-barang tersebut dibutuhkan atau tidak.

‎"Tanpa konfirmasi ulang kepada KPM apakah barang-barang tersebut memang dibutuhkan KPM atau tidak, dalam hal ini pihak Kantor Pos tidak mengetahui nilai barang yang diberikan," tukasnya.

‎Ia menilai kejadian tersebut karena miskomunikasi. Dirinya juga diinformasikan oleh timnya bahwa Dinsos dan pendamping telah melakukan sosialisasi.

‎"Sebelum penyaluran juga info tim saya di masohi sudah dilakukan sosialisasi oleh Dinsos dan pendamping," pungkas Ahwan. 

‎Diberitakan sebelumnya, kejadian penuh tanda tanya bagi penerima manfaat Bantuan Atensi Kabupaten Maluku Tengah.

‎Melalui akun media sosial Facebook Mapikor Maluku milik Ampy Hukubun terlihat masyarakat mendatangi Kantor Pos Masohi, Jumat (22/5/2026). 

‎Diketahui, masyarakat mengantri untuk menerima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

‎Suasana menjadi carut-marut kala masyarakat hanya berkesempatan didokumentasi dengan uang tunai, setelah itu mereka justru diberi beberapa barang atau produk rumah tangga. 

‎Dalam video berdurasi 1 menit 42 detik itu, salah satu penerima sempat membeberkan kejadian yang mereka alami.

‎Dikatakan, mulanya mereka menerima uang dan didokumentasikan, namun setelah itu uangnya dikembalikan.

‎"Selesai itu uang yang tadi ditarik, lalu kemudian barang yang tadi diberikan tidak ada perincian," ujar Apriadin Lewenussa.

‎Sebagai penerima bantuan ia mengaku kesal, apakah ada pertanggungjawaban untuk penerima atau tidak.

‎"Jadi kami penerima bantuan itu kesal, ada pertanggungjawaban ka seng (tidak),"  tukas Lewenussa.

‎Diketahui, Pemerintah Daerah Maluku Tengah (Malteng) melalui Dinas Sosial berkolaborasi dengan Kementerian Sosial RI melalui Balai Sentra Wasana Bahagia Ternate, menyalurkan bantuan Atensi bagi warga membutuhkan di wilayah Kabupaten Maluku Tengah.

‎Sebanyak 186 paket bantuan Atensi tersalurkan. Bantuan ini mencakup lima kecamatan, yakni Kecamatan Salahutu, Amahai, Kota Masohi, Teon Nila Serua (TNS), dan Kecamatan Tehoru.

‎Sebanyak 155 paket untuk penyandang disabilitas, 10 paket untuk kelompok rentan, dan 21 paket untuk lansia," paparnya.

‎Selain bantuan sembako, Kementerian Sosial juga menyalurkan alat bantu berupa 9 kursi roda, 2 kruk, dan 3 tongkat untuk mendukung mobilitas para penerima manfaat. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved