FORKI Maluku Tengah menggelar apel akbar dan latihan bersama sebagai konsolidasi atlet karate menuju POPMAL 2026.
Ratusan karateka dari berbagai perguruan, usia, dan tingkat sabuk memadati Tribun Lapangan Nusantara dalam kegiatan yang dipimpin Ketua FORKI Malteng Hidayat Samalehu.
Latihan diisi penguatan teknik dasar (kihon) dan sesi kumite antar-sensei sebagai upaya meningkatkan solidaritas dan kesiapan atlet menghadapi event Juli dan POPMAL September 2026.
Laporan Jurnalis TribunAbon.com, Silmi Sirati Suailo MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Seriusi kesiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL), Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Maluku Tengah konsolidasikan atlet karate. Kepada TribunAmbon, Rabu (18/2/2026), Ketua FORKI Maluku Tengah, Hidayat Samalehu menuturkan bahwa telah digelar apel akbar dan latihan bersama yang melibatkan seluruh Perguruan Karate se-Kabupaten Maluku Tengah, Senin (16/2).
Menurutnya, latihan bersama ini menjadi momentum penting konsolidasi organisasi sekaligus penguatan solidaritas antar insan karate di Bumi Pamahanunusa. "Ratusan atlet karate dari berbagai perguruan, usia, dan tingkat sabuk hadir memadati Tribun Lapangan Nusantara," jelas Samalehu yang merupakan Anggota DPRD Fraksi Demokrat Maluku Tengah. Atlet karate anak-anak datang dipandu orang tua, mereka hadir dengan semangat tinggi, mengenakan seragam kebanggaan masing-masing, mencerminkan wajah karate yang inklusif dan penuh energi. Hidayat Samalehu menegaskan bahwa apel akbar bermakna strategis bagi pembinaan olahraga karate di Maluku Tengah sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi para karateka dan atlet yang ada di Maluku Tengah. "Guna mempersiapkan diri pada event karate yang akan dilaksanakan bulan Juli sekaligus mempersiapkan atlet-atlet karateka Maluku tengah menuju POPMAL bulan September 2026," tegas Samalehu. Kegiatan ini juga sebagai ruang dan langkah Forki Maluku tengah untuk bersilaturahmi dengan seluruh unsur karate dari sensei, sempai, hingga kohai. Di bawah kepemimpinan Hidayat Samalehu, apel akbar awal tahun ini FORKI Maluku Tengah melibatkan semua sensi, sempai, dan kohai dari seluruh perguruan karate di Maluku Tengah. Ia menyatakan, pentingnya ajang konsolidasi organisasi untuk memperkuat solidaritas kebersamaan insan karateka. Disampaikan, setelah apel akbar para karateka berkesempatan latihan bersama dengan fokus gerakan dasar (Kihon) dilanjutkan sesi sparing atau kumite. "Suasana latihan berlangsung disiplin. Latihan dilanjutkan dengan sesi sparing atau kumite yang berlangsung secara bergilir. Sesi ini diikuti langsung oleh Sensei Lexy Ririmasse yang juga Wadanpom masohi bertanding dengan Sensei Pieter Pasanea sebagai Bimpres FORKI Maluku Tengah," ulas Hidayat Samalehu. Sesi kumite ke-dua, lanjut Samalehu, Sensei Max Doppeng selaku Ketua Harian FORKI Malteng bertanding dengan Sensei Lory yang adalah Bendum FORKI Malteng. "Ini menambah semangat baru dan motivasi para peserta dan karateka usia dini. Sesi kumite tak berlangsung lama, diikuti latihan yang dibagi berdasarkan tingkat sabuk, dan perguruan memungkinkan pembinaan yang lebih terarah sesuai kemampuan masing-masing karateka," tutup Samalehu. (*)