Jumat, 24 April 2026

Maluku Hari ini

Belasan Tahun Jembatan Kayu di Negeri Ureng Rusak, Warga Minta Pemda Perbaiki Permanen

Warga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah terkait kondisi akses penghubung antarwilayah tersebut.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Istimewa
JEMBATAN KAYU- Tampak jembatan kayu di Negeri Ureng Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah yang beralaskan kayu, menjadi keresahan masyarakat, Selasa (10/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Jembatan kayu di Negeri Ureng, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, rusak dan lapuk sehingga membahayakan warga yang melintas, terutama saat musim hujan.
  • Warga mengaku sudah belasan tahun melewati jembatan dengan kondisi rawan karena papan kayu sering rusak meski sempat diperbaiki.
  • Warga meminta pemerintah segera melakukan perbaikan permanen menggunakan material yang lebih kuat demi keselamatan pengguna jalan.

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Jembatan kayu yang rusak di Negeri Ureng, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Warga meminta perhatian serius dari pemerintah daerah terkait kondisi akses penghubung antarwilayah tersebut.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi jembatan sudah lapuk dan usang.

Baca juga: Resahkan Warga Pantai Wainitu, Pelaku Kekerasan Diamankan Polsek Nusaniwe

Baca juga: Ujian Praktik SMA Negeri 1 Ambon Dimulai, 528 Siswa Unjuk Kompetensi Sains, Bahasa hingga Seni

Struktur papan kayu terlihat tidak rata, sebagian rusak, sehingga pengguna jalan harus ekstra berhati-hati saat melintas, terutama saat musim hujan.

Salah seorang warga Negeri Ureng, Saripa Lasiouw, menyayangkan kondisi jembatan yang sudah bertahun-tahun belum diperbaiki secara permanen.

Ia mengungkapkan, jembatan tersebut memang pernah diperbaiki pada bagian alas kayu, namun hanya diganti dengan material kayu, bukan beton atau besi.

Menurutnya, perbaikan tersebut tidak bertahan lama karena kayu kembali rusak akibat faktor cuaca. Akibatnya, warga harus melewati jembatan dengan tingkat kewaspadaan tinggi selama belasan tahun.

“Resah dengan bentuk jembatan begini. Kalau lewat harus hati-hati, tidak bisa cepat-cepat. Papannya sempat diganti, tapi setelah itu karena hujan dan panas, papannya kembali rusak, dan belum diperbaiki sampai saat ini,” ujarnya kepada TribunAmbon.com via WhatsApp, Selasa (10/2/2026).

Saripa berharap pemerintah segera melakukan perbaikan yang lebih layak dan permanen demi keselamatan warga.

“Setidaknya jembatan ini diperbaiki dengan material beton atau aspal, dan dipasang pengaman agar pengendara maupun pejalan kaki merasa aman saat melintas,” harapnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved