Selasa, 14 April 2026

Maluku Terkini

Disperindag Maluku Target Pendapatan Pasar Mardika Rp. 18 Miliar, Realisasi Hanya Rp. 1 Miliar 

Disperindag Maluku mengakui Pendapatan yang berhasil dikumpulkan dalam tahun berjalan 2025, hanya mencapai Rp. 1.054.762.434

Penulis: Maula Pelu | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Maula Pelu
DPRD MALUKU - Rapat Dengar Pendapat oleh DPRD Provinsi Maluku menghadirkan sejumlah OPD terkait untuk membahas peningkatan pendapatan asli daerah, Senin (26/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Target PAD dari Pasar Mardika dalam tahun berjalan 2025, hanya Rp. 1.054.762.434.
  • Jauh dari target yang mencapai Rp. 18 Miliar.
  • Kadis Perindag Maluku mengaku, perkiraan pedagang yang menempati gedung Pasar Mardika capai 1.700 orang, realisasi hanya 700 sekian. Itu jadi penyebab target tak tercapai.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Target pendapatan Retribusi dari pengelolaan Pasar Mardika yang dipatok Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Maluku sebesar Rp. 18 miliar pada tahun berjalan, ternyata jauh dari realisasi.

Disperindag Maluku mengakui Pendapatan yang berhasil dikumpulkan dalam tahun berjalan 2025, hanya mencapai Rp. 1.054.762.434

Kondisi ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Provinsi Maluku dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Maluku.

Rapat dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) termasuk dari sektor pengelola pasar itu berlangsung di Kantor DPRD Provinsi Maluku, bertempat di Jalan Pitu Ina, Kelurahan Amantelu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku pada Senin (26/1/2026).

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Maluku, Yahya Kotta, menjelaskan bahwa rendahnya realisasi pendapatan tersebut disebabkan oleh tidak terpenuhinya target jumlah pedagang yang menempati kos di Gedung Pasar Mardika

Penempatan target pendapatan Rp. 18 miliar sebelumnya didasarkan pada asumsi jumlah pedagang yang jauh lebih besar 

Baca juga: Abrasi Sungai Wailola, Warga: Tolong Bangun Talud Agar Rumah Kami Tak Roboh

Baca juga: Ngaku Tak Rutin Pakai Narkoba, Polisi di Ambon Divonis 1,6 Tahun Penjara

Disperindag memperkirakan terdapat sekitar 1.777 pedagang atau los yang dapat dioptimalkan dalam pengelolaan Pasar Mardika

Jumlah tersebut jika dihitung secara rata-rata kata Yahya Kotta, bahwa daerah dapat memperoleh pendapatan hingga Rp. 22 miliar per tahunnya. 

“Angka Rp.18 miliar itu kami terbitkan berdasarkan asumsi 1.777 pedagang atau los. Perhitungannya dikali retribusi per los per hari, per bulan, hingga per tahun. Rata-rata retribusi sekitar Rp. 20 ribu per los, sehingga estimasi pendapatan per bulan mencapai kurang lebih Rp. 2 miliar. Kalau dikalikan 12 bulan, potensinya sekitar Rp. 22 miliar,” jelasnya. 

Namun, setelah dilakukan pembahasan bersama dan mempertimbangkan berbagai faktor, target tersebut kemudian disepakati berada pada angka Rp. 18 miliar. 

Sayangnya asumsi tersebut tidak berjalan sesuai harapan di lapangan. 

“Target awal penempatan los di Pasar Mardika sebanyak 1.777, namun hingga saat ini hanya ditempati 700 sekian pedagang. Itu yang menyebabkan pendapatan Pasar Mardika sangat rendah dan tidak sesuai dengan target yang telah kami laporkan,” tambah Yahya Kotta dalam rapat itu.

Tentu, realisasi pendapatan aset daerah Pasar Mardika itu menjadi sorotan serius DPRD Provinsi Maluku. 

Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mengatakan bahwa pasar yang diharapkan menjadi salah satu penyumbang signifikan PAD, justru belum mampu beroperasi secara optimal, baik dari sisi penataan pedagang maupun pengelola retribusi.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved