Rabu, 3 Juni 2026

Malteng Hari Ini

Lagi, Air Rendam Puluhan Rumah di Dusun Waimolong Leihitu

Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 18.00 WIT, air masuk ke rumah warga di Dusun Waimolong setinggi 10 cm. 

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Maula/Maula Pelu
BANJIR ROB - Anak-anak kawasan Dusun Waimolong, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, saat menikmati air yang masuk ke pemukiman mereka, Minggu (25/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Puluhan rumah di Dusun Waimolong, Negeri Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terendam banjir rob, Minggu (25/1/2026).
  • Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 18.00 WIT, air masuk ke rumah warga setinggi 10 cm. 
  • Hal tersebut diperparah lagi dengan kerusakan talud di kawasan tersebut, sehingga volume air yang masuk lebih besar. 
  • Warga setempat, Amran Slamat (25), mengaku bahwa sejak ia tempati kawasan tersebut sembilan tahun lalu, masih dengan kondisi yang sama saat ini. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Puluhan rumah di Dusun Waimolong, Negeri Hitu Messing, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, terendam banjir rob, Minggu (25/1/2026).

Pantauan TribunAmbon.com sekitar pukul 18.00 WIT, air masuk ke rumah warga setinggi 10 cm. 

Hal tersebut diperparah lagi dengan kerusakan talud di kawasan tersebut, sehingga volume air yang masuk lebih besar. 

Warga setempat, Amran Slamat (25), mengaku bahwa sejak ia tempati kawasan tersebut sembilan tahun lalu, masih dengan kondisi yang sama saat ini. 

Bahkan lamanya penanganan itu, ia menyebutkan sebagai kawasan terbengkalai. 

“Beta (saya) tinggal sini sudah 9 tahun akang begini-begini saja ni akang tidak ada perubahan. Beta bilang akang sebagai dusun terbengkalai,” keluhnya. 

Baca juga: 2 Tahun Berlalu, Mantan Camat Taniwel Timur Maluku Masih jadi Buronan DPO

Baca juga: Hati-Hati! Lebih dari 1 Orang Sudah jadi Korban Calo CPNS Kejaksaan Maluku

Kondisi ini katanya, ketika musim ombak kencang, airnya makin tinggi masuk dan merembes hingga ke dalam rumah. 

Ia berharap, pemerintah setempat dapat mengatasi kawasan ini, agar warga dapat dengan nyaman tempati rumahnya.

“Harus lihat akang ka dan buat akang ka, masa akang begini terus,” pintanya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved