Senin, 4 Mei 2026

Ambon Hari Ini

KPPM Jawa Timur Dilantik, Perkuat Persaudaraan Anak Maluku di Tanah Rantau

Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam mempererat persaudaraan, kebersamaan, serta kesatuan warga Maluku di perantauan.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
PELANTIKAN KPPM JAWA TIMUR- Potret unsur pimpinan Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) Jawa Timur Periode 2025-2030 yang resmi dilantik, berlangsung di Hotel Kyrie, Jawa Timur, Jumat (17/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • KPPM Jawa Timur menggelar pelantikan pengurus periode 2025–2030 di Hotel Kyrie, Jalan Ciliwung No. 08, Jawa Timur, Jumat (17/1/2026). 
  • Acara pelantikan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa kekeluargaan, mencerminkan semangat pela gandong. 
  • Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam mempererat persaudaraan, kebersamaan, serta kesatuan warga Maluku di perantauan.
  • Salah satunya untuk masyarakat Maluku yang berada di Jawa Timur, tanpa memandang Agama dan latar belakang. 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM) Jawa Timur menggelar pelantikan pengurus periode 2025–2030 di Hotel Kyrie, Jalan Ciliwung No. 08, Jawa Timur, Sabtu (17/1/2026). 

Acara pelantikan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan nuansa kekeluargaan, mencerminkan semangat pela gandong. 

Kegiatan ini merupakan momentum penting dalam mempererat persaudaraan, kebersamaan, serta kesatuan warga Maluku di perantauan.

Salah satunya untuk masyarakat Maluku yang berada di Jawa Timur, tanpa memandang Agama dan latar belakang. 

Prosesi pelantikan diawali dengan perarakan Tari Lenso oleh para penari muda Maluku sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan bagi para tamu undangan. 

Selain itu juga dibacakan “Surat Cinta” dari Prof. Dr. Abdur Rachman Syam Tuasikal, yang diiringi lagu Gandong, menambah semangat kebersamaan anak di Maluku di tanah rantau.

Baca juga: Harga Cabai Di Pasar Bula Turun Jelang Ramadan, Pedagang Akui Masih Sepi Pembeli

Baca juga: Jelang Ramadan, Pasar Rakyat Bula Sepi Pembeli Meski Harga Sembako Stabil

Ketua Umum KPPM periode 2025–2030, Frans Huwae, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelantikan ini bertujuan memperkuat semangat perjuangan Pattimura. 

Serta menanamkan semangat itu dalam dalam langkah pengabdian demi warga Maluku di seluruh Jawa Timur.

“KPPM menjadi rumah bersama bagi orang Maluku di perantauan untuk terus menjaga semangat persaudaraan, kebersamaan, dan nilai-nilai perjuangan Pattimura,” ujarnya. 

Di momentum yang sama, pembina KPPM, Prof. Paul Tahalele menegaskan bahwa keberadaan KPPM di Jawa Timur harus perkuat kontribusi antara sesama warga yang berdampingan. 

Tak hanya itu, ia juga memaparkan sejarah dan kekayaan Maluku yang berasal dari peradaban Melanesia, Austronesia, dan Papua, serta pengaruh bangsa Portugis, Belanda, Arab, dan Tionghoa. 

Menurutnya, Maluku dikenal sebagai negeri rempah dengan ribuan pulau indah serta budaya yang kaya, mulai dari musik, tarian, hingga seni tradisional seperti Cakalele, Saureka, dan Poloneis.

Selain itu, Prof. Paul turut menyinggung perjuangan para pahlawan Maluku seperti Pattimura, Antone Rebhok, Philip Latumahina, Ulupaha, Melchior Tasalauia, dan Martha Christina Tiahahu. 

Dengan perjuangan mereka maka dikenal semboyan “Lawa Mena Haulala" artinya lebih baik mati daripada menyerah.

Namun demikian, ia juga mengingatkan tantangan yang masih dihadapi Maluku saat ini.

“Maluku masih berada di urutan bawah dalam tingkat kemiskinan dan pendidikan. Meneladani Pattimura, kita harus bangkit dari kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan,” tegasnya.

Selain itu, suasana hangat juga dirasakan oleh perwakilan DPD Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina dan perwakilan DPD Jawa Timur, Lia Istifhama. 

Menurut Latuconsina, kehadiran KPPM menjadi penguat silaturahmi dan persaudaraan sesama orang Maluku yang harus terus dijaga agar lestari.

“Semangat persaudaraan ini harus terus bergerak bersama untuk memajukan Maluku, baik di perantauan maupun di tanah Maluku sendiri,” pungkasnya. 

Tak sampai situ, kemeriahan acara berlanjut dengan lomba makan papeda dan ikan kakap merah kua kuning kenari; sagunya dari Pulau Seram dan ikannya dari Pulau Banda..

Lomba ini mengundang tawa dan keakraban, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Maluku di tanah Jawa. 

Acara semakin meriah saat makan papeda tanpa sendok dan garpu, yang juga diikuti oleh perwakilan DPD Maluku dan Jawa Timur. 

Acara ini turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan akademisi, di antaranya Prof. Dr. Paul Tahalele, Prof. Hatane, dan Prof. Burhan, yang memberikan penguatan moral dan intelektual bagi seluruh hadirin. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved