Jumat, 24 April 2026

Maluku Hari ini

Natal Kristus, Jemaat GPM Porto Diajak Jadi Pembawa Damai

Suasana Natal terasa sejak awal ibadah, ditandai dengan lantunan lagu damai sejahtera serta jemaat yang saling berjabat tangan di dalam gereja.

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
PERAYAAN NATAL- Potret suasana Natal di dalam Gereja Irene, Jemaat GPM Porto Klasis Pulau-pulau Lease, Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah, Kamis (25/12/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

MALUKU TENGAH, TRIBUNAMBON.COM- Ratusan jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Porto Klasis Pulau-pulau Lease, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, mengikuti Perayaan Natal Kristus di Gereja Irene, Kamis (25/12/2025).

Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua.” Ibadah dipimpin oleh Pendeta Nyong Aponno, dengan pembacaan Alkitab dari Yesaya 9:1–6 dan Lukas 2:1–7.

Suasana Natal terasa sejak awal ibadah, ditandai dengan lantunan lagu damai sejahtera serta jemaat yang saling berjabat tangan di dalam gereja.

Baca juga: Keseruan Natal Perdana Hendrik Lewerissa di Kediaman Gubernur Maluku 2025, Rumah Bagi Semua

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni TERNATE - Jakarta: KM Nggapulu Terjadwal 29 Desember 2025, Tarif Rp 684.100

Pantauan Tribunambon.com, orang tua hingga anak-anak tampak memadati ruang ibadah. Sejumlah keluarga juga terlihat mengenakan pakaian seragam lengkap dengan atribut Natal.

Dalam ibadah tersebut, dua lagu pujian dipersembahkan oleh seorang solois dan kwartet anak-anak, menambah kekhidmatan perayaan Natal.

Melalui khotbahnya, Pendeta Nyong Aponno mengajak jemaat untuk memaknai Natal sebagai momentum saling mengampuni dan berdamai.

Ia menekankan pentingnya pengampunan dalam membentuk karakter dan kehidupan bersama.

“Marah boleh, tetapi jangan sampai matahari terbenam. Perubahan karakter yang terbaik dimulai dengan mengampuni,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan bahwa ibadah sejati diwujudkan melalui sikap mengampuni dan melayani sesama yang membutuhkan. 

Menurutnya, gereja yang kuat berawal dari keluarga yang dibangun atas dasar kasih dan perdamaian.

“Gereja harus membangun keluarga-keluarga yang kuat. Suami istri harus berdamai, orang tua dan anak hidup rukun, sehingga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Menutup khotbah, Pendeta Nyong Aponno mengajak jemaat untuk menyambut Natal dengan menjadi pembawa damai bagi sesama.

“Siapkan diri kita sebagai pribadi yang telah menerima Raja Damai, menjadi agen perubahan dan pembawa damai,” tegasnya.

Ibadah Natal berlangsung penuh sukacita dengan selingan kelakar ringan dalam khotbah, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami jemaat dengan baik. Setelah khotbah, jemaat diberi kesempatan memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur.

Usai ibadah, jemaat saling berjabat tangan dengan para pendeta di depan Gereja Irene.

Sebagai informasi, di Kecamatan Saparua saat ini terdapat 24 gereja dan satu masjid sebagai wujud kehidupan antarumat beragama yang harmonis. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved