Maluku Hari ini
Natal Kristus, Jemaat GPM Porto Diajak Jadi Pembawa Damai
Suasana Natal terasa sejak awal ibadah, ditandai dengan lantunan lagu damai sejahtera serta jemaat yang saling berjabat tangan di dalam gereja.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Novanda Halirat
MALUKU TENGAH, TRIBUNAMBON.COM- Ratusan jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Porto Klasis Pulau-pulau Lease, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, mengikuti Perayaan Natal Kristus di Gereja Irene, Kamis (25/12/2025).
Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua.” Ibadah dipimpin oleh Pendeta Nyong Aponno, dengan pembacaan Alkitab dari Yesaya 9:1–6 dan Lukas 2:1–7.
Suasana Natal terasa sejak awal ibadah, ditandai dengan lantunan lagu damai sejahtera serta jemaat yang saling berjabat tangan di dalam gereja.
Baca juga: Keseruan Natal Perdana Hendrik Lewerissa di Kediaman Gubernur Maluku 2025, Rumah Bagi Semua
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni TERNATE - Jakarta: KM Nggapulu Terjadwal 29 Desember 2025, Tarif Rp 684.100
Pantauan Tribunambon.com, orang tua hingga anak-anak tampak memadati ruang ibadah. Sejumlah keluarga juga terlihat mengenakan pakaian seragam lengkap dengan atribut Natal.
Dalam ibadah tersebut, dua lagu pujian dipersembahkan oleh seorang solois dan kwartet anak-anak, menambah kekhidmatan perayaan Natal.
Melalui khotbahnya, Pendeta Nyong Aponno mengajak jemaat untuk memaknai Natal sebagai momentum saling mengampuni dan berdamai.
Ia menekankan pentingnya pengampunan dalam membentuk karakter dan kehidupan bersama.
“Marah boleh, tetapi jangan sampai matahari terbenam. Perubahan karakter yang terbaik dimulai dengan mengampuni,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah sejati diwujudkan melalui sikap mengampuni dan melayani sesama yang membutuhkan.
Menurutnya, gereja yang kuat berawal dari keluarga yang dibangun atas dasar kasih dan perdamaian.
“Gereja harus membangun keluarga-keluarga yang kuat. Suami istri harus berdamai, orang tua dan anak hidup rukun, sehingga menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Menutup khotbah, Pendeta Nyong Aponno mengajak jemaat untuk menyambut Natal dengan menjadi pembawa damai bagi sesama.
“Siapkan diri kita sebagai pribadi yang telah menerima Raja Damai, menjadi agen perubahan dan pembawa damai,” tegasnya.
Ibadah Natal berlangsung penuh sukacita dengan selingan kelakar ringan dalam khotbah, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami jemaat dengan baik. Setelah khotbah, jemaat diberi kesempatan memberikan persembahan sebagai ungkapan syukur.
Usai ibadah, jemaat saling berjabat tangan dengan para pendeta di depan Gereja Irene.
Sebagai informasi, di Kecamatan Saparua saat ini terdapat 24 gereja dan satu masjid sebagai wujud kehidupan antarumat beragama yang harmonis. (*)
| Korupsi Dana Hibah Gereja di KKT Rp1 Miliar, Dua Terdakwa Dituntut 5 Tahun Penjara |
|
|---|
| Desak Usut Tuntas Sianida Ilegal, Ini 5 Tuntutan Tegas Konsorsium Masyarakat ke DPRD Maluku |
|
|---|
| Aksi Ketiga Konsorsium Masyarakat, DPRD Maluku Diminta Bongkar Tuntas Dugaan Sianida Ilegal |
|
|---|
| Irwasda Polda Maluku Turun Tangan, Seleksi Bintara Polri 2026 Dijamin Bersih dan Transparan |
|
|---|
| Bangkitkan Peran Pemuda, Karang Taruna Maluku Siapkan Pelantikan, Rakerda hingga Expo Besar Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Natal-di-Porto.jpg)