Minggu, 10 Mei 2026

Maluku Hari ini

Dikelola Secara Personal, Pohon Sejuta Umat di Lonthor Banyak Dikunjungi Wisatawan

Lolita (44), seorang ibu rumah tangga menjadi pengelola tunggal tuk destinasi wisata yang terkenal akan pemandangannya yang memukau.

Tayang: | Diperbarui:
TribunAmbon.com/Silmi/Silmi Sirati Suailo
DESTINASI WISATA - Destinasi wisata Pohon Sejuta Umat di Negeri Lonthoir, Kecamatan Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Rabu (26/11/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Dikelola secara personal, destinasi wisata 'Pohon Sejuta Umat' di Negeri Lonthoir, Kecamatan Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah banyak dikunjungi wisatawan lokal hingga mancanegara.

‎Lolita (44), seorang ibu rumah tangga menjadi pengelola tunggal tuk destinasi wisata yang terkenal akan pemandangannya yang memukau.

‎Ibu tiga orang anak itu mengaku, pagi-pagi sekali ia sudah datang membersihkan kawasan wisata yang berada di puncak Negeri Lonthoir.

‎Lolita bilang, Oktober hingga November 2025 ini memasuki puncak-puncaknya kepadatan wisatawan. 

‎"Kalau ramai Bulan Oktober November, tamu mancanegara sering berkunjung," ujar Lolita kepada TribunAmbon.com, Rabu (26/11/2025).

‎Destinasi Pohon Sejuta Umat bersebelahan dengan Benteng Holandia, menjadikannya spot wisata alam juga sejarah.

‎Ia menyebut, hingga di siang hari ini jumlah pengunjung sudah mencapai 50 orang.

‎"Kemarin Gubernur, hari ini Wakil Bupati, dan, sesuai informasi akan ada kedatangan Ibu Sa'adiah Uluputty dan Pak Bupati," jelas Lolita.

Baca juga: Monitoring dan Evaluasi Germas Sapa BPOM Ambon, Pemkot Perkuat Pangan Masyarakat

Baca juga: Reses Ketua DPRD Buru di Desa Ubung, Ajak Warga Sampaikan Kritik Tanpa Ragu

Lolita yang memiliki suami petani pala itu juga menyampaikan soal kondisi Benteng Holandia yang mengalami banyak kerusakan dan belum direvitalisasi. 

‎"Kalau ikut denah yang ada banyak bagian yang telah rusak," tukasnya.

‎Ia menceritakan, pagi-pagi sekali ia sudah  ke lokasi tuk pembersihan sebelum tamu berkunjung.

‎"Mumpung lagi tren di mata dunia, lokasi ini terkenal usai bencana Virus Covid - 19 sekira tahun 2020-2021," ceritanya.

‎Ia bersyukur lantaran di Bulan November diadakan Banda Heritage Festival dan mengalami kelonjakan pengunjung.

‎"Untuk biaya masuk kami menarik sukarela, karena ini masih dikelola personal. Harapannya kedepan agar destinasi ini semakin diminati," tutup Lolita. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved