Maluku Terkini
1.000 Liter Limbah Cemari Laut di Wetar, Mahasiswa P3WL Minta Tanggung Jawab Perusahaan
Aksi ini dilakukan untuk menolak aktivitas pertambangan oleh PT. BTR (Batutua Tembaga Raya) di Pulau Wetar, Kabupaten MBD.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Perhimpunan Pemuda Pelajar Wetar Lirang (P3WL) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Maluku, Kamis (25/9/2025)
Aksi digelar tuk menolak aktivitas pertambangan oleh PT. BTR (Batutua Tembaga Raya) di Pulau Wetar, Kabupaten MBD.
Dijelaskan Koordinator Aksi, Henderina Febby Kaila, penolakan buntut tumpahan limbah ke laut saat insiden karamnya kapal tongkang, akhir Agustus 2025 lalu.
Menurutnya, sebanyak 1000 liter limbah limbah persusahaan kemudian mencemari laut.
"Sungai dan lautan kami sudah tercemar dan berwarna kuning, ikan-ikan juga mati, akibat dari tongkang perusahan yang patah," ujarnya.
Baca juga: Kritisi Siklus Penyerahan Surat Masuk ke DPRD, Musriadin: Tak Korelasi dengan Kondisi Kekinian
Baca juga: Imbas Terputusnya Akses Jalan Seram Utara -Masohi, Cabai Rawit Mulai Langka di Pasar Binaiya Masohi
Disayangkan, hingga kini belum ada upaya evakuasi pasca tumpahan limbah.
"Sampai sekarang belum ada penanganan terkait tongkang patah itu, jadi kami kesini untuk mempertanyakannya" tambahnya
Dalam aksi itu, pendemo juga meminta Dinas Perikanan Maluku, Dinas ESDM Maluku dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Maluku untuk segera tinjau lokasi dampak.
"Beta (saya) berharap pemerintah bisa mendengar Katong (kami) punya suara hati dan menindaklanjuti perusahaan tersebut," harapnya.
Kurang lebih satu jam beraksi, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath menemui massa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Pelajar-Wetar.jpg)