Selasa, 21 April 2026

Malteng Hari Ini

Warga Serut Kobi Blokade Jalan Trans Penghubung SBT - Malteng, Minta Pemerintah Hadirkan BBM Subsidi

Kenaikan harga Dexlite dari kisaran Rp14.000 menjadi Rp24.150 memicu reaksi warga di wilayah Seram Utara Timur Kobi, pasalnya selama tiga tahun.

Istimewa
BLOKADE JALAN - Momen blokade jalan oleh Warga Seram Utara Timur Kobi Maluku Tengah, Senin (20/4/2026). Warga protes ketiadaan BBM subsidi dan meminta keadilan. 

Ringkasan Berita:
  • Masyarakat Seram Utara Timur Kobi, Maluku Tengah bergejolak pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite. 
  • Kenaikan harga Dexlite dari kisaran Rp14.000 menjadi Rp24.150 memicu reaksi warga di wilayah Seram Utara Timur Kobi, pasalnya selama tiga tahun bergantung pada BBM jenis Dexlite.
  • ‎Sementara BBM subsidi jenis solar maupun pertalite sudah tidak dinikmati warga setempat.

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Masyarakat Seram Utara Timur Kobi, Maluku Tengah bergejolak pasca kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite. 

‎Kenaikan harga Dexlite dari kisaran Rp14.000 menjadi Rp24.150 memicu reaksi warga di wilayah Seram Utara Timur Kobi, pasalnya selama tiga tahun bergantung pada BBM jenis Dexlite.

‎Sementara BBM subsidi jenis solar maupun pertalite sudah tidak dinikmati warga setempat.

‎Buntut dari keresahan warga, mereka menggelar aksi demonstrasi dan memblokade jalan Trans Seram penghubung Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur, Senin (20/4/2026).

‎Berdasarkan video yang diterima TribunAmbon, para demonstran nampak membentangkan spanduk bertuliskan protes dengan kalimat 'Kami Butuh Keadilan Adakan Subsidi Minyak'.

‎Poster lainnya berisikan permintaan yang sama dengan nada kalimat 'Adakan Subsidi BBM di Timur Kobi, #3 Tahun Tanpa BBM Subsidi. 

‎Terdapat lebih dari tiga dumtruck yang menghalangi jalan utama, dari aksi itu warga menuntut keadilan agar sesegera mungkin menghadirkan BBM subsidi di wilayah tersebut.

Baca juga: Workshop Academic Writing Metode Kualitatif di Ambon, Hadirkan Pakar Internasional Titi Prabawa

Baca juga: Dua Terduga Pelaku Penikaman Nus Kei Diterbangkan ke Kota Ambon: Pemeriksaan di Mapolda

Dari aksi tersebut, Koordinasi masa aksi, Syafi'i Boeng kepada TribunAmbon mengatakan, dalam kondisi situasional seperti ini mereka meminta Pimpinan Pertamina Patra Niaga untuk memberikan kejelasan ke masyarakat.

‎"Ini situasional, yang mana kepala Pertamina datang, dan menyampaikan ke masyarakat, kami tidak mempersoalkan kenaikan BBM, namun kami minta keadilan, karena kami di Seram Kobi tak ada BBM subsidi, padahal di Seram Utara ada (BBM subsidi)," ujar Syafi'i.

‎Masa aksi juga meminta agar pihak berwenang segera menertibkan oknum-oknum yang memperkaya diri dengan BBM bersubsidi.

‎"Karena ada oknum oknum yang diduga memperkaya diri," tukasnya.

‎Dikatakan, masyarakat tidak mempersoalkan kenaikan harga BBM, namun mereka meminta agar sekiranya BBM Subsidi jenis Solar dan Pertalite dapat digunakan pula oleh masyarakat Kobi.

‎"Masyarakat tidak persoalan kenaikan BBM, tapi persoalkan ada minyak subsidi yang tidak ada di Seram Utara Timur Kobi dan sebagian di Seram Utara Timur Seti, dan kita minta keadilan sebagai warga negara," pintanya.

‎Permintaan lainnya yang disampaikan masa aksi yakni mengevaluasi jajaran pimpinan Pertamina Patra Niaga dan meminta Presiden juga Menteri ESDM melakukan kunjungan kerja ke Seram Utara Timur Kobi guna menyaksikan kondisi di lapangan secara langsung.

‎"Kita minta presiden menteri ESDM mencopot kepala Pertamina Maluku-Maluku Utara. Kami juga meminta agar Presiden dan Menteri ESDM untuk kunjungan kerja demi memastikan apa yang kami sampaikan," tandas Syafi'i.

‎Dengan kondisi demikian pihaknya juga menegaskan akan menutup jalur 1x24 jam apabila belum mendapat respon yang jelas.

‎"Situasi yang ada saat ini jalan masih terpalang. Kami menunggu keputusan final, jika belum kita tutup 1x24 jam," pungkasnya.

‎Diberitakan sebelumnya, tiga tahun lamanya warga Kecamatan Seram Utara Timur Kobi Kabupaten Maluku Tengah mengklaim bergantung ke Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite.

‎Kepada TribunAmbon, Senin (20/4/2026), Tokoh Masyarakat Seram Utara Kobi, Safii Boeng, mengungkapkan bahwa kenaikan harga Dexlite dari kisaran Rp14.000 menjadi Rp24.000 merupakan beban yang tidak masuk akal bagi masyarakat kecil.

‎Menurutnya, selama ini warga terpaksa beralih ke Dexlite karena ketiadaan pilihan lain.

‎Di Tengah kondisi itu, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Dexlite yang mencapai angka Rp24.150 per liter, tentu hal tersebut memicu gejolak hebat di Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah.

‎Kenaikan drastis ini dinilai sangat memberatkan warga, terlebih karena wilayah tersebut diklaim telah mengalami kelangkaan solar subsidi selama tiga tahun terakhir.

‎Walau begitu, Syafi'i tetap mendukung kenaikan harga, namun mengharapkan solusi alternatif ke daerahnya.

‎"Fakta hari ini adalah sudah kurang lebih tiga tahun terakhir, kuota BBM khususnya untuk solar dan Pertalite di Kecamatan Seram Utara Timur Seti dan Kobi sudah tidak ada. Di Seti kemungkinan ada, tapi itu pun tidak berjalan secara normal," ujar Syafi'i. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved