Sabtu, 25 April 2026

Malteng Hari Ini

Bangunan SD YPPK Manusela Memprihatinkan, Warga Swadaya Perbaiki Ruangan Rusak

Atap dan bangunan gedung kelas 1 dan kelas 2 terlihat sudah rusak, alhasil sekolah di pegunungan Pulau Seram, Maluku Tengah itu jauh dari kata layak.

Istimewa
PERBAIKI SEKOLAH - Warga Negeri Manusela saat memperbaiki sekolah secara swadaya pada 15 Maret 2026 lalu. 

Ringkasan Berita:
  • Bangunan SD Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Manusela bertahun-tahun dalam kondisi memprihatinkan.
  • Atap dan bangunan gedung kelas 1 dan kelas 2 terlihat sudah rusak, alhasil sekolah di pegunungan Pulau Seram, Maluku Tengah itu jauh dari kata layak.
  • ‎Hal itulah yang mendasari inisiatif masyarakat melalui Sekretaris Komite SD YPPK Manusela, Yohosoa Lilihata, untuk melakukan rehabilitasi bangunan sekolah pada dua ruangan tersebut.

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Bangunan SD Yayasan Pembinaan Pendidikan Kristen (YPPK) Manusela bertahun-tahun dalam kondisi memprihatinkan.

‎Atap dan bangunan gedung kelas 1 dan kelas 2 terlihat sudah rusak, alhasil sekolah di pegunungan Pulau Seram, Maluku Tengah itu jauh dari kata layak.

‎Hal itulah yang mendasari inisiatif masyarakat melalui Sekretaris Komite SD YPPK Manusela, Yohosoa Lilihata, untuk melakukan rehabilitasi bangunan sekolah pada dua ruangan tersebut.

‎Masyarakat Negeri Manusela, Kecamatan Seram Utara bergotong royong memperbaiki sekolah SD YPPK Manusela secara swadaya sejak 14 Maret 2026.

‎Warga setempat swadaya membawa atap daun sagu sebanyak 5 hingga 10  bangkawan (atap) per orang, juga mengumpulkan material kayu dan rotan untuk memperbaiki sekolah.

‎Sikap gotong royong masyarakat menjadi bukti nyata semangat masyarakat di daerah terisolir untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak.

‎Dalam keterangan yang diterima TribunAmbon, Selasa (14/4/2026), Sekretaris Komite SD YPPK Manusela, Yohosoa Lilihata mengatakan, gedung sekolah telah rusak parah sehingga atas inisiatif sendiri Lilihata mengajak masyarakat untuk memperbaiki sekolah dengan material alam seadanya. 

‎"Beta sebagai sekretaris komite (ajak) seluruh warga masyarakat orang tua siswa di Negeri Manusela  Beta mengajak untuk gotong royong atau Masohi. Sehingga dari situ Beta meyakini bahwa secara persekutuan dan beragama apa yang dibuat sangat baik untuk pendidikan SD Yayasan Sitanala," ujar Lilihata.

Baca juga: Masuk Radar Nasional, Satgas PKH Kejagung RI Tinjau Tambang Gunung Botak

Baca juga: Hari Kedua Operasi Wirawaspada, Imigrasi Temukan Seorang TKA di PLTMG Waai Tanpa Pelanggaran

‎Ia mengaku pekerjaan yang dilakukan pada 14 Maret 2026 dimulai sejak pukul 06.00 WIT sampai dengan pukul19.00 WIT. 

‎Sementara itu, tak ada dana yang diberikan pihak pengelola sekolah, masyarakat memilih memberikan sumbangsih sukarela.

‎"Anggaran didapat dari sumbangan jemaat Gereja Maranatha yang menyumbang Rp 500 ribu untuk pembelian konsumsi kepada masyarakat yang bekerja," jelas Lilihata.

‎Atas sumbangan sukarela itu, ia berharap para Pelayan Tuhan dan Jemaat Gereja Maranatha diberkati Tuhan Yang Maha Esa.

‎"Kami doakan agar para pelayan dan seluruh jemaat diberkati oleh Tuhan, karena telah memberi sumbangsih dan bahu membahu merehabilitasi bangunan SD YPPK Manusela," harapnya.

‎Proses perbaikan sekolah tersebut dikatakan murni inisiatif demi kebaikan bersama, tak ada niat buruk sama sekali.

‎"Kami berpikir topangan kebersamaan sebagai anak negeri anak adat kami bersatu membangun atau memperbaiki bangunan sekolah tanpa ada niat menjebak (niat buruk)," ungkap Sekretaris Komite.

‎Pihaknya juga berharap agar pemilik SD YPPK Manusela atau pihak Gereja Protestan Maluku (GPM) dapat memperhatikan fasilitas sekolah.

‎"Kami berharap GPM dapat memperhatikan fasilitas sekolah dengan baik. Karena selama ini kami lihat bahwa bangunan sekolah saja sudah hancur," tandas Lilihata. 

‎Di samping itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah, Husein Mukaddar mengaku kesulitan menghubungi kepala SD YPPK Manusela.

‎"Sudah komunikasi dengan Kepala Sekolah namun belum ada komunikasi lanjutan saat ini, sulit dihubungi," ujar Kadis. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved