Malra Hari Ini
Harga BBM Non Subsidi Naik, Warga Minta Pasokan Bahan Bakar Tetap Stabil di Maluku Tenggara
Meski begitu, ia berharap pemerintah dan pertamina dapat memastikan ketersediaan stok bahan bakar di SPBU tetap aman.
Penulis: Yusdar Ohoirat | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Salah seorang tukang ojek, Yasir (25) mengaku, cukup prihatin dengan kenaikan harga BBM non subsidi.
- Menurutnya, kebijakan tersebut dapat berpengaruh pada mata pencaharian yang bergantung pada penggunaan BBM.
- Khususnya bagi pengendara roda dua yang bekerja sebagai tukang ojek, kurir dan jasa layanan keliling.
- Meski begitu, ia berharap pemerintah dan pertamina dapat memastikan ketersediaan stok bahan bakar di SPBU tetap aman.
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Yusdar Ohoirat.
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Kenaikan tarif bahan bakar minyak (BBM), non subsidi jenis Pertamax, tuai beragam komentar bagi sebagian kalangan pengendara.
Penyesuaian harga oleh PT Pertamina (Persero) untuk BBM non subsidi, resmi diterapkan sejak 10 Juni 2026.
Harga Pertamax (RON 92), naik dari Rp.12..600 per liter, menjadi Rp.16.650 per liter.
Sementara Pertamax Green 95 (RON 95), naik dari Rp.12.900, menjadi Rp.17.000 per liter.
Sedangkan harga BBM subsidi masih tetap bertahan, seperti Pertalite Rp.10.000 per liter dan Biosolar Rp.6.800 per liter.
Pantauan TribunAmbon.com. Selasa (16/6/2026) pukul 15.37 WIT, puluhan kendaraan roda dua dan empat sedang menunggu pengisian ulang BBM, di SPBU Langgur, Jl. Telaver Kab. Malra.
Salah seorang tukang ojek, Yasir (25) mengaku, cukup prihatin dengan kenaikan harga BBM non subsidi.
"Kalau motor ini milik pribadi, dari dulu isinya pertamax, cuma harga BBM sementara lagi naik-naiknya, mau tidak mau saya harus tetap isi pertamax, saya khawatir kalau campur-campur atau beralih ke pertalite, nanti kondisi mesin motor saya gangguan atau kenapa-kenapa," ujarnya saat ditemui TribunAmbon.com.
Baca juga: Bupati Malteng Terima Audiensi Ambon Sailing Community, Bahas Darwin To Banda Yacht Race
Baca juga: Prakiraan Cuaca di Maluku Selasa 16 Juni 2026: Lebih Didominasi Cerah Berawan
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat berpengaruh pada mata pencaharian yang bergantung pada penggunaan BBM.
Khususnya bagi pengendara roda dua yang bekerja sebagai tukang ojek, kurir dan jasa layanan keliling.
"Aturan ini tentu berdampak juga ke saya pribadi, apalagi saya kan sebagai tukang ojek, yaa tentu untuk harga ojek kemungkinan bisa naik sedikit," tandasnya.
Meski begitu, ia berharap pemerintah dan pertamina dapat memastikan ketersediaan stok bahan bakar di SPBU tetap aman.
Sehingga aktivitas perekonomian masyarakat tidak terganggu.
"Di Kei ini kan SPBU cuma ada dua, satu di Kota dan di Malra, saya harap stok bahan bakar tetap aman, agar kita semua terhindar dari fenomena antri-antri panjang di kemudian hari," harapnya.(*)
| Jelang Musda KNPI Malra, 10 Bakal Calon Resmi Ambil Formulir Pendaftaran |
|
|---|
| Jelang Idul Adha 1447 H, Pemkab Malra Distribusikan Puluhan Sapi Kurban |
|
|---|
| Sempat Melambung, Harga Cabai di Pasar Maren Tual Kini Kembali Bersahabat |
|
|---|
| Harga Ikan di Pasar Langgur Melonjak, Momar Tembus Rp1 Juta per Loyang |
|
|---|
| Launching Program Polisi Mengajar, Polres Sinergi Gandeng Dinas Pendidikan Maluku Tenggara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Telaver-BBM.jpg)