Jumat, 10 April 2026

Perdoski Ajak Masyarakat Kota Ambon Hapus Stigma dan Diskriminasi Penderita Kusta

Di Indonesia saat ini masih ada enam provinsi yang belum mencapai eliminasi kusta, di antaranya Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua

|
Dhelya Widasmara
Perdoski Ajak Masyarakat Kota Ambon Hapus Stigma dan Diskriminasi Penderita Kusta 

TRIBUNAMBON.COM -- Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan yang sangat kompleks.

Terlebih di Indonesia saat ini masih ada enam provinsi yang belum mencapai eliminasi kusta, di antaranya Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.

Untuk prevalensi kusta di enam provinsi tersebut masih lebih dari 1 per 10.000 penduduk, artinya setiap 10.000 penduduk di daerah tersebut terdapat satu penderita kusta.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kelompok Studi Dermatologi Sosial Indonesia (KSDSI) Perhimpunan Dokter Spesialis kulit dan kelamin Indonesia (Perdoski), Dhelya Widasmara.

"Penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan di indonesia, bahkan prevalensi kusta di enam provinsi masih diatas 1/10.000 penduduk," kata Dokter Spesialis kulit dan kelamin yang bertugas di RS Saiful Anwar Malang serta dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya itu.

Dhelya menjelaskan, untuk Maluku penyakit kusta masih menjadi masalah kesehatan secara lokal.

Dimana lanjutnya, Povinsi Maluku masih memiliki kasus 2,8 per 10.000 penduduk.

Dhelya Widasmara
Dhelya Widasmara (Dhelya Widasmara)

Namun demikian, upaya eliminasi kusta masih mendapat tantangan, salah satunya adanya stigma dan diskriminasi.

Untuk itu,  Dokter yang berkesempatan bergabung dalam tim “KATAMATAKU” ini mengajak masyarakat Kota Ambon agar menghapus stigma dan berhenti mendiskriminasi penderita kusta dan keluarganya.

Pasalnya,  penderita kusta juga harus mendapatkan dukungan baik dari keluarga maupun lingkungan sosialnya untuk meningkatkan kepercayaan diri sehingga mereka bisa kembali berdaya.

Ajakan ini juga dilakukan dengan melakukan pengabdian masyarakat selama tiga hari di Dusun Latuhalat, Ambon dari tanggal 9-11 Maret 2023.

"Kenapa di Latuhalat? Karena Latuhalat merupakan suatu dusun di Ambon, Maluku yang memiliki banyak kasus kusta, dengan permasalahan lain yaitu stigma kusta yang sangat besar," jelas dia.

Dikatakan, salah bentuk upaya menghilangkan stigma ini adalah pendekatan edukasi pada siswa sekolah, dimulai dari siswa Sekolah Dasar.

Dimana salah satu media edukasi bagi anak usia sekolah untuk memberikan pengetahuan dan merubah stigma yang paling efektif diantaranya adalah, dengan membagikan Komik Bunga dan Langit Si Dokter Cilik Vol.1  dengan judul “Yuk Kita Bantu Pasien Kusta”.

“Saya mencoba membagikan komik menarik dan  bergambar kepada anak-anak usia SD disana, setelah mereka kami beri kesempatan membaca dan memahami apa itu Kusta?, kemudian saya cobau ntuk  mewawancarai  sekitar 10 anak dikelas tersebut. Luar biasanya gagasan dengan membagikan komik yang kami lakukan mendapat feedback yang bagus dimana mereka bisa memahami, mengetahui dan  menjelaskan kalau ternyata penyakit ini ada disekitar tempat mereka tinggal”, ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved