SBT Hari Ini
Lapak Pasar Rakyat Gumumae Bula Terbengkalai, Warga Soroti Kinerja Disperindag SBT
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan warga karena fasilitas pasar yang dibangun pemerintah tersebut belum dimanfaatkan
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Pasar Rakyat Gumumae terbengkalai.
- Rumput liar meninggi hingga tutupi separuh badan bangunan.
- Pedagang menyesali kondisi itudan berharap pasar diaktifkan kembali.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Deretan bangunan lapak di Pasar Rakyat Gumumae, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, tampak terbengkalai.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan warga karena fasilitas pasar yang dibangun pemerintah tersebut belum dimanfaatkan optimal, bahkan tidak terurus.
Pantauan TribunAmbon.com, Sabtu (28/2/2026), sejumlah pintu lapak terlihat tertutup rapat dan sebagian mulai kusam.
Area di depan bangunan dipenuhi rumput liar yang tumbuh tinggi hingga menutupi sebagian badan bangunan.
Tidak jugaada aktivitas jual beli laiknya pasar pada umumnya.
Padahal, Pasar Rakyat Gumumae sebelumnya diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi pedagang serta mampu menata pedagang yang selama ini berjualan di lokasi yang tidak tertib.
Baca juga: Disaksikan Suami, Ibu Bhayangkari Sepakat Bayar Angsuran iPhone serta Kembalikan Uang Mahasiswa
Baca juga: Sampah Menumpuk di Bibir Pantai Kota Bula, Warga Soroti Sikap Pemerintah
Mama Lan, salah satu pedagang mengaku heran dengan kondisi lapak yang dibiarkan kosong dalam waktu lama.
“Bangunan sudah lama selesai, tapi banyak lapak tidak dipakai. Sekarang malah ditumbuhi rumput. Sayang sekali,” ujarnya kepada Tribunambon.com.
Menurutnya, jika tidak segera diaktifkan, bangunan pasar berpotensi mengalami kerusakan lebih parah dan hanya menjadi proyek mubazir.
Warga juga mulai mempertanyakan peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat yang dinilai belum maksimal dalam mengelola dan menghidupkan pasar tersebut.
“Disperindag harusnya turun tangan. Ini fasilitas pemerintah, bukan bangunan liar. Harus ada penataan dan pengawasan rutin,” tegasnya.
Pihaknya menilai minimnya pendataan pedagang dan lemahnya penataan menjadi penyebab utama lapak tidak terisi.
“Kalau dibiarkan begini terus, lama-lama bangunan rusak. Padahal pedagang di luar sana masih butuh tempat,” bebernya.
Warga berharap Disperindag SBT segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan Pasar Rakyat Gumumae, termasuk menertibkan lapak kosong dan membersihkan area yang sudah ditumbuhi semak.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Gumumae-kids.jpg)