SBT Hari Ini
Terminal Gumumae Bula Terbengkalai, Rumput Liar Tumbuh dan Tak Ada Aktivitas
Tidak terlihat angkutan umum yang masuk ke dalam area terminal maupun penumpang yang menunggu keberangkatan.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Terminal Gumumae di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terbengkalai.
- Rumput liar tumbuh meninggi hingga nyaris seluruh area terminal.
- Tidak juga ada aktivitas laiknya terminal pada umumnya.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi Terminal Gumumae di Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kian memprihatinkan.
Pantauan TribunAmbon.com di lokasi, Senin (26/1/2026), fasilitas publik yang dibangun sebagai pusat aktivitas transportasi darat itu kini tampak terbengkalai dan tak terurus.
Rumput liar tumbuh subur hampir di seluruh sudut terminal.
Tidak terlihat angkutan umum yang masuk ke dalam area terminal maupun penumpang yang menunggu keberangkatan.
Padahal, terminal tersebut dibangun untuk menunjang mobilitas warga dari dan menuju Kota Bula.
Bahkan, area yang semestinya menjadi jalur keluar-masuk kendaraan dan tempat parkir angkutan umum justru dipenuhi semak tinggi, menandakan minimnya perawatan dari pihak terkait.
Baca juga: Banjir Rob Waimolong Belasan Tahun, Pemdes Hitu Messing Janji Bangun Talud 2026
Baca juga: Polda Maluku Gencar Sosialisasi KUHP dan KUHAP Baru, Kabidkum Tekankan Pemahaman Perubahan Pasal
Bangunan halte di dalam terminal pun tidak lagi menunjukkan fungsi sebagaimana mestinya.
“Halte ini tidak pernah dipakai penumpang. Kadang ada orang singgah dan pakai untuk berteduh atau simpan barang, tapi kondisinya sudah parah, atap seng samoe bocor sebelah,” ujar Bapak Sardi salah satu warga kepada Tribunambon.com.
Selain itu, kondisi sejumlahtitik badan jalan tampak berlubang dan retak, yang berpotensi membahayakan kendaraan jika sewaktu-waktu terminal kembali difungsikan.
“Mobil penumpang sekarang tidak pernah tunggu penumpang di sini, di luar saja, bukan di dalam terminal. Jadi di sini kosong terus,” lanjutnya.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan penataan, pembersihan, serta mengaktifkan kembali fungsi terminal agar tidak terus menjadi simbol pemborosan anggaran.
“Sayang sekali kalau bangunan sudah ada tapi dibiarkan begitu saja. Harusnya difungsikan lagi supaya masyarakat juga nyaman,” tutupnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/TERMINAL-kuda.jpg)