Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

DPRD SBT Warning Bahaya Sampah, Banjir Kota Bula Disebut Akibat Pengelolaan Buruk

Daud mengungkapkan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berlokasi di Gunung Dua Namatimur, saat ini mengalami hambatan operasional.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Tribunambon/ali
BANJIR - Salah satu rumah warga di Desa Sesar, Kecamatan Bula, Kabupaten SBT, tampak masih terendam banjir, Selasa (11/11/2025) pukul 09:46 WIT. 
Ringkasan Berita:
  • DPRD SBT menilai buruknya pengelolaan sampah di Kota Bula turut memicu banjir.
  • TPS Gunung Dua terkendala operasional akibat ketiadaan alat berat untuk normalisasi.
  • Pemkab SBT didesak memprioritaskan penanganan sampah secara serius dan berkelanjutan.
 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Daud Rumakabis, menyoroti serius persoalan pengelolaan sampah di Kota Bula.

Baginya, masalah sampah dinilai berkontribusi atas kerap terjadinya banjir di wilayah tersebut.

Daud mengungkapkan, Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang berlokasi di Gunung Dua Namatimur, saat ini mengalami hambatan operasional.

Hal itu akibat keterbatasan sarana dan prasarana, khususnya ketiadaan alat berat untuk melakukan normalisasi.

“Tadi sore saya berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup. TPS Gunung Dua terkendala karena lingkungan hidup tidak memiliki alat berat untuk menormalisasi lokasi pembuangan sampah,” ucapnya, Jumat (16/1/2026).

Baca juga: Bantah Klaim Propam Polda Maluku, Tina Tegaskan Johan Tak Pernah Menang Perkara Lahan

Baca juga: Ekonomi Warga Terancam Lesu Jelang Ramadan, DPRD SBT Desak Pemda Percepat Penyerapan APBD

Baginya, kondisi TPS yang tidak tertangani secara maksimal berdampak langsung pada penumpukan sampah dan berimbas pada sistem drainase di Kota Bula.

Ia menilai, persoalan sampah tidak bisa dipandang sepele karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keselamatan masyarakat, terutama saat musim hujan.

“Suka atau tidak suka, saya melihat efek banjir yang terjadi di Kota Bula itu juga merupakan dampak dari sampah yang tidak teratur dan tidak terkelola dengan baik,” tegasnya.

Meski demikian, Daud mengapresiasi langkah cepat Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten SBT yang telah berkoordinasi dengan pihak CITIC untuk membantu penyediaan alat berat sementara di lokasi tersebut.

“Alhamdulillah, ada koordinasi yang baik dengan pihak CITIC yang bersedia membantu alat berat. Tapi ini tidak boleh, ini hanya solusi sementara,” lanjutnya.

Dirinya mendesak agar Pemkab SBT  menjadikan persoalan sampah sebagai prioritas, baik melalui pengadaan alat berat sendiri maupun penguatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

“Saya minta sama-sama kita perhatikan. Sampah ini masalah bersama dan harus ditangani secara serius agar ke depan tidak terus menimbulkan dampak seperti banjir,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved