SBT Hari Ini
BUMD Dinilai Belum Maksimal, Pemkab SBT Bentuk Perseroda Serambi Timur
Bupati Fachri Husni Alkatiri menyoal kontribusi BUMD yang dinilai belum maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berencana revitalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini dinilai belum optimal hingga kini, Rabu (24/12/2025).
- Hal itu disampaikan langsung Bupati Fachri Husni Alkatiri menyoal kontribusi BUMD yang dinilai belum maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
- Fachri membeberkan bahwa BUMD saat ini masih jauh dari harapan, sehingga perlu dilakukan pembenahan menyeluruh, termasuk perubahan bentuk dan penguatan kelembagaan.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) berencana revitalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang selama ini dinilai belum optimal hingga kini, Rabu (24/12/2025).
Hal itu disampaikan langsung Bupati Fachri Husni Alkatiri menyoal kontribusi BUMD yang dinilai belum maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Fachri membeberkan bahwa BUMD saat ini masih jauh dari harapan, sehingga perlu dilakukan pembenahan menyeluruh, termasuk perubahan bentuk dan penguatan kelembagaan.
“BUMD kita selama ini rasanya belum maksimal memberi peran atau sumbangsih pada peningkatan PAD kita. Ini bagian yang akan kita aktifkan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten SBT mengusulkan revitalisasi BUMD yang pernah ada.
“Cuman supaya ada semangat baru. Yang sebelumnya bernama Mitra Karya, kita usulkan nama baru yaitu Serambi Timur,” lanjutnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Maluku, Rabu 24 Desember 2025: Dominan Hujan Ringan, Cerah di Beberapa Daerah
Baca juga: Antisipasi Lonjakan Mudik Nataru, KN Kalawai Angkut 230 Penumpang Gratis Tulehu–Haria
Di bawah Perseroda Serambi Timur, Pemkab SBT berencana membentuk sejumlah anak perusahaan, salah satunya yang secara khusus mengelola sektor migas.
“Pengelolaan migas itu hanya boleh dilakukan oleh perusahaan daerah atau anak perusahaan daerah. Satu blok, satu perusahaan,” tegasnya.
Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya akan membentuk dua anak perusahaan daerah yang masing-masing mengelola dua blok migas yang saat ini beroperasi di wilayah SBT, yakni Blok Bula dan Blok Seram–Bula.
Dengan adanya perusahaan daerah sendiri, Fachri optimis penyelesaian Participating Interest (PI) 10 persen migas akan berjalan lebih cepat dan memberi dampak langsung terhadap PAD.
“Dengan punya anak perusahaan sendiri, insyaallah urusan PI 10 persen juga akan jauh lebih cepat untuk kita selesaikan,” katanya.
Selain migas, Perseroda Serambi Timur juga akan didorong mengelola potensi sumber daya alam lain yang selama ini belum digarap secara optimal oleh daerah, termasuk sektor tambang dan perkebunan.
Salah satu potensi yang disebut memiliki nilai ekonomi tinggi adalah batu pica, yang selama ini sebagian besar dipasok dari Palu untuk kebutuhan konstruksi di wilayah timur Indonesia.
“SBT juga punya batu pica. Selama ini wilayah timur mengambil dari Palu, padahal potensi ekonominya sangat tinggi dan ke depan kebutuhan Papua kemungkinan besar akan diambil dari SBT,” tutupnya.(*)
| Pokdarwis Pulau Geser Resmi Dikukuhkan, Anak Muda Ambil Peran Kembangkan Destinasi Wisata |
|
|---|
| Pokdarwis Resmi Kelola Tanusang Geser, Pemkab SBT Siapkan Program Penguatan Wisata |
|
|---|
| Buka Grand Final Duta GenRe 2026, Sekda SBT Dorong Generasi Muda Produktif dan Inovatif |
|
|---|
| Bupati SBT Lepas Tim Safari Dakwah dan Kegiatan Sosial Yayasan Baitul Quran Al-Izzah |
|
|---|
| Jembatan Wai Kian SBT Rusak, Warga Keluhkan Jalan Berlubang dan Gelap Total |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/fachri-sbt.jpg)