Minggu, 26 April 2026

SBT Hari Ini

18 Bilik Ruko di Pantai Wailola Bula Mangkrak, DPRD SBT Desak Pemda Optimalkan tuk PAD

Selain kawasan pasar dan terminal, salah satu yang dinilai membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni,

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
ASET DAERAH - 18 bilik roko jualan di Pantai Wailola Kota Bula, Kabupaten Serang Bagian Timur (SBT), Jumat (12/12/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terus menyoroti banyaknya aset daerah yang hingga kini belum kunjung dikelola secara baik, Jumat (12/12/2025).

Selain kawasan pasar dan terminal, salah satu yang dinilai membantu Pendapatan Asli Daerah (PAD) yakni, bangunan ruko di kawasan Pantai Wailola.

Hal itu disampaikan salah satu anggota DPRD, Ichwan Mochsal dalam rapat pembahasan KUA–PPAS bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), Kamis (11/12/2025) malam.

Kata dia, terdapat 18 bilik bangunan yang hingga kini tidak dimanfaatkan secara optimal. 

Padahal, pemerintah daerah setiap tahun harus mengeluarkan anggaran pemeliharaan, bahkan setiap pelaksanaan kegiatan di lokasi tersebut selalu dilakukan rehabilitasi.

“Setiap ada kegiatan ekonomi kreatif di situ pasti direhab lagi. Kemarin saja direhab dengan dana sekitar Rp 200 juta,” ujarnya.

Baca juga: Tersangka Kasus Penikaman Siswa SMK 3 Ambon Berujung Bentrok di Hunuth Diserahkan ke Kejaksaan

Baca juga: Pengelolaan Pasar dan Terminal Gumumae Bula Disorot, DPRD Akui Potensi PAD Terbuang 

Ia menilai, fasilitas tersebut semestinya dapat disewakan kepada pengunjung atau pelaku usaha untuk menambah PAD. 

Jika dikelola dengan baik, potensi PAD yang bisa diperoleh cukup besar.

“Ada 18 bilik. Kalau disewakan Rp 15 ribu per hari, itu dalam setahun bisa menghasilkan sekitar Rp 81 juta,” jelasnya.

Ia menilai kondisi itu sebagai pemborosan anggaran yang terus terjadi karena fasilitas yang sudah dibangun tidak difungsikan dengan benar. 

“Kalau dipungsikan lalu disewakan, itu bisa menghasilkan untuk daerah. Jangan setiap tahun keluar anggaran untuk perbaikan tapi tidak ada pendapatan yang kembali,” tegasnya.

Pihaknya berharap agar dinas terkait lebih aktif mencari strategi pengelolaan serta diberikan dukungan anggaran memadai agar potensi PAD dari sektor pariwisata dapat dimaksimalkan.

“Kawasan wisata ini punya potensi besar. Kami berharap ada perhatian serius supaya bisa benar-benar jadi sumber PAD,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved