Sabtu, 16 Mei 2026

SBT Hari Ini

Dorong Ekonomi Desa, TEKAD Gelar Pelatihan Olahan Sagu di Tiga Desa SBT

Fasilitator Kabupaten TEKAD, Arull Rahya, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Istimewa
TEKAD SBT - Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) saat menggelar pelatihan teknis olahan sagu di Desa Keta, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten SBT, Rabu (3/12/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Hal itu ditunjukkan melalui pelatihan teknis olahan sagu yang digelar di tiga desa sejak 26 November hingga 4 Desember 2025.

Yakni di Negeri Danama Kecamatan Tutuk Tolu, Negeri Administratif Aratafela Kecamatan Kian Darat, dan Negeri Administratif Keta Kecamatan Siritaun Widaimury. 

Baca juga: Warga Sebut Jalan Rusak di Pusat Perkantoran Bula, Ganggu Aktivitas dan Ancam Keselamatan

Baca juga: Nikmati Senja Indah hingga Kuliner Lezat di Pantai Wali Buru Selatan

Fasilitator Kabupaten TEKAD, Arull Rahya, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mempersiapkan hilirisasi sagu sebagai komoditas unggulan SBT.

“Pelatihan ini bertujuan memberdayakan masyarakat desa dengan keterampilan olahan sagu agar mereka mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga,” ujar Arull dalam keterangan tertulis yang diterima TribunAmbon.com, Jumat (5/12/2025).

Kata dia, peserta yang dilibatkan berasal dari kelompok usaha, ibu rumah tangga, dan pemuda setempat. 

Mereka dibekali materi legalitas produk hingga praktik pembuatan kerupuk sagu, mi sagu, dan bakso sagu.

Sagu dipilih sebagai fokus pelatihan lantaran memiliki potensi ekonomi besar di Kabupaten SBT.

“Kami ingin masyarakat siap memproduksi olahan sagu bernilai jual tinggi, selaras program hilirisasi pemerintah daerah,” tambahnya.

Pihaknya berkomitmen melanjutkan pendampingan setelah pelatihan, termasuk dukungan pemasaran dan pengembangan usaha berbasis pangan lokal di desa.

“Kami pastikan pendampingan tetap berjalan agar olahan sagu dari desa bisa berkembang dan masuk pasar lokal maupun kabupaten,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved