SBT Hari Ini
PAD RSUD Bula Tembus Rp. 890 Juta, tapi Alat Radiologi Rusak hingga Utang Obat Meningkat
Nantinya, anggaran tersebut dibagi dua sesuai ketentuan, yakni 50 persen untuk rumah sakit dan 50 persen disetor ke daerah.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Direktur RSUD Bula, dr. Deny Suryana, membeberkan kondisi keuangan rumah sakit yang semakin tertekan.
Padahal, manejemen rumah sakit telah mencatat Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 890 juta untuk tahun 2025.
Nantinya, anggaran tersebut dibagi dua sesuai ketentuan, yakni 50 persen untuk rumah sakit dan 50 persen disetor ke daerah.
Dengan skema itu, kemampuan fiskal RSUD Bula semakin terbatas dalam menutup kebutuhan operasional.
“Dalam SK sudah jelas, 50 persen untuk RSUD dan 50 persen disetor ke daerah. Artinya kapasitas fiskal kami terbatas,” ujar Deny saat rapat bersama Komisi III DPRD SBT, Rabu (26/11/2025).
Ia menegaskan, meskipun PAD terus masuk setiap tahun, jumlah tersebut masih jauh dari cukup untuk menutup kebutuhan pelayanan yang semakin meningkat.
Keterbatasan anggaran itu semakin terasa saat dua alat radiologi rumah sakit mengalami kerusakan.
Tanpa dukungan anggaran, RSUD Bula terpaksa mengambil keputusan ekstrem agar pelayanan tidak terhenti.
Baca juga: Dukung Pelestarian Budaya dan Sejarah, Mendagri Hadiri Rangkaian Festival Banda Heritage
Baca juga: Demi Keamanan, Bodewin Wattimena Tegaskan Pengaktifan Kembali Pos Kamling di Kelurahan/Desa
dr. Deny mengungkapkan bahwa pihaknya harus berutang Rp. 134 juta kepada provider di Jakarta untuk memperbaiki kedua alat tersebut.
“Kalau alat radiologi tidak berfungsi, pelayanan pasti lumpuh. Jadi kami rapat, dan akhirnya memutuskan berutang dulu,” ujarnya.
Ia menegaskan langkah itu terpaksa diambil karena tidak ada sumber anggaran lain yang bisa digunakan.
Tak hanya peralatan medis, kebutuhan obat-obatan juga menambah beban keuangan rumah sakit.
dr. Deny menyebut, bahkan untuk pengadaan obat senilai Rp. 34 juta saja rumah sakit harus kembali berutang.
“Obat Rp. 34 juta saja kami harus berutang. Dari mana kami punya dana. Hutang yang dulu saya kurangi, sekarang naik lagi,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap kondisi keuangan RSUD Bula, mengingat sejumlah kebutuhan dasar pelayanan kini bergantung pada utang.(*)
| Pemkab SBT Salurkan Bantuan tuk 12 KK Korban Kebakaran di Kota Bula |
|
|---|
| Pasca Diberitakan TribunAmbon.com, Warga Swadaya Perbaiki Jalan Rusak di Perempatan Masjid Raya Bula |
|
|---|
| Gedung SD Negeri 14 Pulau Gorom SBT Rusak Parah, Siswa Terpaksa Belajar di Tengah Ancaman Bahaya |
|
|---|
| Kebakaran Hebat di Kota Bula SBT, Polisi Selidiki Dugaan Api dari Kamar Kos |
|
|---|
| Gotong Royong Lintas Instansi, Bersihkan Puing Kebakaran di Kota Bula |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Dirut-RSUD-Bula-12.jpg)