SBT Hari Ini
Volume Sampah di TPA Terus Bertambah, DLH SBT Dorong Bank Sampah dan TPS 3R
Menurutnya, pemanfaatan sampah organik akan membantu mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA setiap hari.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH SBT, Mirnawati Derlen mengatakan, hingga kini sebagian besar sampah rumah tangga di Kota Bula masih langsung dibuang ke TPA tanpa proses pemilahan.
- Menurutnya, pemanfaatan sampah organik akan membantu mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA setiap hari.
- Selain sampah organik, DLH SBT juga mulai mendorong pengelolaan sampah plastik melalui bank sampah dan TPS 3R.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai mendorong pemilahan sampah rumah tangga.
Hal itu sebagai upaya mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kawasan Nama Timur, Kecamatan Bula Air.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH SBT, Mirnawati Derlen mengatakan, hingga kini sebagian besar sampah rumah tangga di Kota Bula masih langsung dibuang ke TPA tanpa proses pemilahan.
“Keberhasilan pengelolaan sampah itu kalau dari tahun ke tahun sampah yang dibuang ke TPA berkurang, bukan bertambah,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya, Senin (25/5/2026).
Menurutnya, pemanfaatan sampah organik akan membantu mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA setiap hari.
“Kalau sampah organik dipilah, itu bisa jadi kompos dan dipakai untuk tanaman,” katanya.
Selain sampah organik, DLH SBT juga mulai mendorong pengelolaan sampah plastik melalui bank sampah dan TPS 3R.
Baca juga: Sampah di Kota Bula Masih Menumpuk, DLH SBT Akui Kekurangan Armada Pengangkut
Baca juga: Seleksi Bintara Polri, Kabid Propam Polda: Sistem CAT Tutup Celah Praktik KKN atau Titipan
Mirnawati mengatakan, keberadaan TPS 3R nantinya dapat menjadi tempat pemilahan lanjutan sebelum sampah dibuang ke TPA.
“Ke depan harus ada TPS 3R dan bank sampah supaya masyarakat merasa sampah itu punya manfaat,” lanjutnya.
Ia mengakui, pengelolaan sampah berbasis pemilahan membutuhkan waktu panjang dan dukungan anggaran yang besar.
Saat ini, DLH SBT masih fokus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat maupun sekolah dengan penggunaan tumbler dan tas belanja dari rumah sebagai langkah sederhana mengurangi sampah plastik.
“Mindset soal sampah ini harus dibangun sejak usia dini di sekolah. Ke pasar seharusnya sudah bawa tas sendiri supaya mengurangi sampah plastik,” jelasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat meningkat, sehingga volume sampah yang dibawa ke TPA perlahan berkurang.
“Kalau sampah sudah dipilah dari rumah, berarti yang dibuang ke TPA tinggal yang benar-benar tidak bisa diolah lagi,” tandasnya.(*)
| Sampah di Kota Bula Masih Menumpuk, DLH SBT Akui Kekurangan Armada Pengangkut |
|
|---|
| 198 Desa di SBT Belum Terima Dana Desa Tahap I, Warga Mulai Khawatir |
|
|---|
| Pemda SBT Rampungkan Saluran Air 180 Meter untuk Atasi Banjir di Desa Effa |
|
|---|
| Jalan Rusak di Jalur Bula-Airnanang Hambat Aktivitas Warga, Pengendara Terpaksa Ekstra Hati-hati |
|
|---|
| TPS Tansi Ambon di Kota Bula Kembali Dipenuhi Sampah, Warga Keluhkan Bau Menyengat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Mirnawati-Derlen.jpg)