Rabu, 27 Mei 2026

SBT Hari Ini

Volume Sampah di TPA Terus Bertambah, DLH SBT Dorong Bank Sampah dan TPS 3R

Menurutnya, pemanfaatan sampah organik akan membantu mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA setiap hari.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
SAMPAH - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH SBT, Mirnawati Derlen, saat diwawancarai di kantornya, Senin (25/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH SBT, Mirnawati Derlen mengatakan, hingga kini sebagian besar sampah rumah tangga di Kota Bula masih langsung dibuang ke TPA tanpa proses pemilahan.
  • Menurutnya, pemanfaatan sampah organik akan membantu mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA setiap hari.
  • Selain sampah organik, DLH SBT juga mulai mendorong pengelolaan sampah plastik melalui bank sampah dan TPS 3R.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mulai mendorong pemilahan sampah rumah tangga.

Hal itu sebagai upaya mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kawasan Nama Timur, Kecamatan Bula Air.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH SBT, Mirnawati Derlen mengatakan, hingga kini sebagian besar sampah rumah tangga di Kota Bula masih langsung dibuang ke TPA tanpa proses pemilahan.

“Keberhasilan pengelolaan sampah itu kalau dari tahun ke tahun sampah yang dibuang ke TPA berkurang, bukan bertambah,” ujarnya saat diwawancarai di kantornya, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, pemanfaatan sampah organik akan membantu mengurangi jumlah sampah yang harus diangkut ke TPA setiap hari.

“Kalau sampah organik dipilah, itu bisa jadi kompos dan dipakai untuk tanaman,” katanya.

Selain sampah organik, DLH SBT juga mulai mendorong pengelolaan sampah plastik melalui bank sampah dan TPS 3R.

Baca juga: Sampah di Kota Bula Masih Menumpuk, DLH SBT Akui Kekurangan Armada Pengangkut

Baca juga: Seleksi Bintara Polri, Kabid Propam Polda: Sistem CAT Tutup Celah Praktik KKN atau Titipan

Mirnawati mengatakan, keberadaan TPS 3R nantinya dapat menjadi tempat pemilahan lanjutan sebelum sampah dibuang ke TPA.

“Ke depan harus ada TPS 3R dan bank sampah supaya masyarakat merasa sampah itu punya manfaat,” lanjutnya.

Ia mengakui, pengelolaan sampah berbasis pemilahan membutuhkan waktu panjang dan dukungan anggaran yang besar.

Saat ini, DLH SBT masih fokus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat maupun sekolah dengan penggunaan tumbler dan tas belanja dari rumah sebagai langkah sederhana mengurangi sampah plastik.

“Mindset soal sampah ini harus dibangun sejak usia dini di sekolah. Ke pasar seharusnya sudah bawa tas sendiri supaya mengurangi sampah plastik,” jelasnya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat meningkat, sehingga volume sampah yang dibawa ke TPA perlahan berkurang.

“Kalau sampah sudah dipilah dari rumah, berarti yang dibuang ke TPA tinggal yang benar-benar tidak bisa diolah lagi,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved