SBT Hari Ini
Akses Sulit Jadi Kendala, PT. Permata Hitam Klarifikasi Distribusi Minyak di Bula Barat
Manajer PT. Permata Hitam, Rahmi Ambar, menjelaskan bahwa proses distribusi minyak di wilayah tersebut tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
Untuk Kecamatan Bula Barat, kuota yang diberikan berkisar antara 5 hingga 10 ton per bulan.
Sementara untuk wilayah Jembatan Basah, kuota yang disalurkan sekitar 1 ton per bulan.
Namun dalam praktiknya, distribusi dilakukan secara bertahap setiap minggu, sehingga jumlah yang diterima dalam satu kali penyaluran bisa lebih kecil.
“Contohnya kemarin itu hanya sekitar 200 liter dalam satu kali pengiriman,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, PT Permata Hitam mendapatkan kuota sekitar 200 hingga 215 ton minyak per bulan untuk didistribusikan ke seluruh wilayah kabupaten.
Dari jumlah tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk wilayah Bula dengan total sekitar 130 ton per bulan, sementara sisanya dibagi ke wilayah lain termasuk daerah terpencil.
Rahmi juga menyebutkan bahwa pihaknya telah menyampaikan klarifikasi lengkap kepada pihak terkait, termasuk disertai bukti-bukti di lapangan.
“Semua sudah kami sampaikan, mulai dari kondisi jalan, akses jembatan, sampai bukti distribusi di lapangan,” tutupnya.
Diketahui sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung LMND Kabupaten SBT menggelar aksi unjuk rasa terkait masalah tersebut.
Mereka menuntut pemberian sanksi tegas sekaligus pencabutan izin operasi PT. Permata Hitam oleh Pertamina.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/AGEN-MINYAK-cc.jpg)