Kanal

Soal 10 Capim KPK: Tanggapan Wapres JK, Agus Rahardjo, hingga YBLHI: Calon Bermasalah

Wakil Presiden Jusuf Kalla - TRIBUNNEWS/RINA AYU PANCA RINI

Soal hasil Pansel atas 10 capim, ada yang senang dan tidak senang, menurut Jusuf Kalla itu hal biasa.

Jusuf Kalla juga menegaskan pada akhirnya DPR lah yang menentukan 5 dari 10 capim untuk menjabat sebagai pimpinan KPK.

"Pada akhirnya DPR yang menentukan, kalau mau lobby ya lobby DPR. Itu aturannya harus kita taati. Kan DPR milih 5 dari 10," kata Jusuf Kalla.

Penilaian YLBHI

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang tergabung dalam Koalisi Kawal Capim KPK, Asfinawati, menilai masih ada capim KPK yang bermasalah pada daftar 10 nama Capim KPK yang sudah diserahkan ke Presiden Joko Widodo.

Ia menilai, mereka yang bermasalah tersebut berpotensi menghambat atau merusak upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Masih ada calon-calon bermasalah yang sebetulnya kalau kita lihat lebih dalam, maka masalah mereka akan masuk ke dalam satu kategori. Kategori itu adalah mereka berpotensi untuk menghambat atau bahkan menghancurkan upaya pemberantasan korupsi," kata Asfinawati saat diskusi di kantor Indonesia Corruption Watch Jakarta Selatan pada Selasa (3/9/2019).

Ia menilai ada setidaknya indikator yang menunjukan hal tersebut.

Pertama ada calon yang ingin fungsi penyidikan hilang.

"Ini terungkap di publik. Padahal kita tahu KPK itu ada justru untuk melakukan penyidikan kasus korupsi yang luar biasa salah satunya yang menyangkut penegak hukum, penyelenggara negara dan lainnya," kata Asfinawati.

Halaman
1234
Penulis: Facundo Chrysnha Pradipha
Sumber: Tribun Ambon

Alasan Ibu Ikat Kaki Anak dan Gantungkan di Jendela, Mengaku Kesal karena Tak Pamit

Berita Populer