Rabu, 6 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Jalan Putus Sejak 2022, Makam Hanyut di Wailela, Kota Ambon Tak Ada Penanganan

Kondisi ini bahkan telah ada selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang jelas dari pihak terkait.

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
Istimewa
KOTA AMBON - Perkembangan putusnya akses jalan dan makam hanyut di kawasan Sungai Wailela, Kompleks Kampung Kedang-Kedang, Desa Rumahtiga, Kota Ambon, Maluku, sejak 2024 hingga 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Ancaman “makam hanyut” masih terus dihantui warga di kawasan Sungai Wailela, Kompleks Kampung Kedang-Kedang, Desa Rumahtiga, Kota Ambon, Selasa (24/3/2026).
  • Kondisi ini bahkan telah ada selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang jelas dari pihak terkait. 
  • Sejak 2022 hingga 2026, setiap musim hujan dengan intensitas tinggi melanda Pulau Ambon, kawasan tersebut selalu berada dalam kondisi rawan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Ancaman “makam hanyut” masih terus dihantui warga di kawasan Sungai Wailela, Kompleks Kampung Kedang-Kedang, Desa Rumahtiga, Kota Ambon, Selasa (24/3/2026).

Kondisi ini bahkan telah ada selama bertahun-tahun tanpa penanganan yang jelas dari pihak terkait. 

Sejak 2022 hingga 2026, setiap musim hujan dengan intensitas tinggi melanda Pulau Ambon, kawasan tersebut selalu berada dalam kondisi rawan. 

Banyak makam telah dipindahkan dan tak sedikit yang hanyut. Kondisi ini terhitung sejak 2022. 

Pantauan TribunAmbon.com pada Selasa (24/3/2026), kondisi erosi kini semakin parah dengan pengikisan tanah yang meluas 25 meter lebih. 

Kondisi itu tiap tahunnya dari pengecekan TribunAmbon.com sejak 2022 ukurannya selalu bertambah. 

“Sudah banyak sekali makam yang sudah hanyut. Sudah banyak,” ungkap warga setempat, Dewi (60), saat ditemui TribunAmbon.com pada Selasa (24/3/2026).

Tak hanya kerusakan makam, dampak yang ditimbulkan juga merembet ke infrastruktur dan pemukiman warga di kawasan sungai Wailela itu. 

Baca juga: Berantas Parkir Liar di Kota Ambon, Petugas Perhubungan Rutin Patroli

Baca juga: Pemuda Buru Dukung Kehadiran Pos Pengamanan TNI di Tambang Gunung Botak

Demonstrasi dan Penyuratan Telah Dilakukan

Merespon kondisi itu, sejak 2022 berbagai upaya telah dilakukan.

Mulai dari penanganan darurat, hingga aksi demonstrasi di Kantor Balai Wilayah Sungai, Provinsi Maluku. 

Warga bersama pemerintah setempat juga telah berulang kali melayangkan surat permohonan bantuan ke sejumlah instansi.

Instansi yang disurati antara lain, Balai Wilayah Sungai Maluku, Bappeda Litbang Kota Ambon, Dinas PUPR Kota Ambon, BPBD Kota Ambon, dan Kecamatan Teluk Ambon.

Namun hingga kini, belum ada tindakan nyata yang dirasakan warga. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved