Ramadan
Ramadan di Negeri Larike: Ada Syair Khusus tuk Bangunkan Warga Sahur
Namun, baru-bari ini viral di media sosial syair bertajuk "makan kurma mana bijinya", salah satu syair sahur khas Larike.
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Tradisi membangunkan warga untuk sahur di Maluku telah berlangsung turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya kebersamaan masyarakat.
Meskipun tidak ada catatan resmi tentang awal mula tradisi ini, namun kegiatan ini jadi rutinitas setiap bulan Ramadan.
Di Negeri Larike, Kecamatan Leihitu Barat Maluku Tengah, tradisi membangunkan sahur memiliki keunikan tersendiri.
Para pemuda di sana melantunkan syair atau pantun sahur sambil berkeliling kampung, tanpa menggunakan alat musik modern.
Syair-syair ini telah diwariskan turun-temurun dan memiliki pesan moral serta nilai keagamaan.
Namun, seiring perkembangan zaman, cara membangunkan sahur dengan lantunan syair mulai berkurang.
Banyak pemuda yang lebih memilih alat musik modern.
Baca juga: Ambon Motor Sport Bagi Takjil di Bundaran Leimena, Bukti Hobi Otomotif Juga Bisa Tebar Kebaikan
Baca juga: Diana Debora Persulessy Akui Gelapkan Uang Nasabah Bank Ina Rp 300an Juta Karena Terhempit Keuangan
Namun, baru-bari ini viral di media sosial syair bertajuk "makan kurma mana bijinya", salah satu syair sahur khas Larike.
Pemuda Larike, Liken, berharap tradisi membangunkan sahur dengan lantunan syair tetap dilestarikan oleh generasi muda, karena sarat pesan moral dan nilai religius, serta menjadi bagian dari warisan budaya yang tidak boleh hilang.
Kepada TribunAmbon, Selasa (10/3/2026), Liken cukup bangga karena syair sahur tersebut kembali diangkat dan dikenal luas oleh masyarakat.
Menurutnya, kemunculan kembali syair sahur itu menjadi pengingat bahwa lantunan syair tradisional masih memiliki ruang tersendiri di hati masyarakat, khususnya para pegiat musik Islami di Maluku saat melantunkan lagu-lagu sahur pada bulan Ramadan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para warganet yang turut membagikan dan menghidupkan kembali syair-syair sahur legendaris dari Negeri Larike hingga dikenal luas di jagat maya.
“Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Syair yang dulu sering dilantunkan pemuda kampung kini kembali dikenal banyak orang,” ujarnya.
Liken berharap lantunan syair atau pantun sahur tetap dilestarikan oleh generasi muda. Selain sarat pesan moral dan nilai religius, tradisi tersebut juga menjadi bagian dari warisan budaya yang tidak boleh hilang ditelan zaman.
Berikut sejumlah syair sahur legendaris dari Negeri Larike yang dahulu sering dilantunkan pemuda saat membangunkan warga:
Assalamualaikum kami ucapkan
Walaikumsalam para pendengar
Batarea saur jangan dimarah
Kalau dimarah mendapat dosa
Makan korma mana bijinya
Bijinya ada dalam rebana
Pintu surga mana bijinya
Kuncinya ada shalawat Nabi
Potong tebu berganti dayung
Mari ku dayung Selat Malaka
Tuntutlah ilmu berganti dayung
Agar terhindar api neraka
Masjidil haram terlalu indah
Berdinding batu putih dan merah
Mesjid keliling Ka’bah di tengah
Rupa merupa malitul jannah
Di dalam neraka jiwa melayang
Api besar naik menjulang
Tera sakit bukan kepalang
Terbayangkan diri mau lari pulang
Pukul pangkalnya suara adzan
Impian bilang di zaman nabi
Itu suara sampai sekarang
Suara komando untuk sembahyang
Suatu malam nabi berbaring
Di samping Ka’bah Masjidil Haram
Jibril tiba memberi salam
Membawa nabi ke tepi zam-zam
Lailatul Qadar malam ampunan
Pahala terhitung seribu bulan
Malam itu turunnya Al-Qur’an
Hanyalah pada bulan Ramadan
Di dalam kubur seorang diri
tiada teman yang menemani
di dalam kubur gelap gulita
hanyalah amal ganti pelita
Zaman zaman Ya Rasulallah
tinggal di Mekkah terlalu lama
nabi wafat tinggal Medinah
tinggal anaknya Siti Fatimah
Bismillah itu permulaan Kalam
dengan Nama Allah Khalikul alam jangan percaya mada sekarang banyak fitnah kelilingi jalan
Mungkar dan Nakir datang bertanya membawa cakmar gegap gempita
jika di tanya salah jawabnya
di palukan badan seluruh kepala
Imsak beriring fajar di timur
Usailah sudah waktu bersahur
Salat Subuh sudah tafakur
Mencari bekal di dalam kubur. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/LARIKE-33.jpg)