Sabtu, 6 Juni 2026

Bakar Kampus

Kampus Membara dan Tegang: Aktivis HMI Diduga Bakar Fasilitas Universitas Pattimura

Sejumlah mahasiswa yang diduga aktivis HMI tertangkap kamera diduga melakukan aksi pembakaran fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Istimewa
UNPATTI TERBAKAR - Tampak mahasiswa membakar fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pattimura Ambon, Selasa (3/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah mahasiswa yang diduga aktivis HMI tertangkap kamera diduga melakukan aksi pembakaran fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).
  • Video beredar, tampak pendemo menyiram bensin ke tiang-tiang gazebo sebelum akhirnya menyalakan api hingga terbakar.
  • Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIT itu sontak mengubah wajah kampus yang seharusnya menjadi ruang akademik menjadi arena penuh ketegangan. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Suasana mencekam menyelimuti kampus Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Selasa (3/3/2026) sore. 

Sejumlah mahasiswa yang diduga aktivis HMI tertangkap kamera diduga melakukan aksi pembakaran fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIT itu sontak mengubah wajah kampus yang seharusnya menjadi ruang akademik menjadi arena penuh ketegangan. 

Asap hitam terlihat mengepul tinggi dari halaman fakultas. 

Kobaran api melalap bagian gazebo yang sebelumnya disiram bahan bakar jenis bensin.

Baca juga: Maluku jadi Provinsi Nilai Tukar Petani Terendah di Indonesia, Februari 2026 NTP Sebesar 93,42

Baca juga: Terbaru! Jadwal KM Lawit 4 - 30 Maret 2026: Berlayar ke Kumai, Semarang, Sampit, Surabaya

Dari sejumlah rekaman video yang beredar luas di media sosial, massa terlihat berkumpul di halaman Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Beberapa di antaranya tampak menyiram bensin ke tiang-tiang gazebo sebelum akhirnya menyalakan api hingga terbakar.

Massa tampak memecahkan kaca bahkan merusak dan membakar papan informasi.

Tak hanya aksi pembakaran, dalam video tersebut juga terlihat ketegangan antara massa mahasiswa dan petugas keamanan kampus. 

Adu mulut hingga kontak fisik tak terhindarkan, menambah panas situasi di lingkungan perguruan tinggi terbesar di Maluku itu.

Identitas Mahasiswa Terungkap
Beberapa mahasiswa yang teridentifikasi dalam video di antaranya , Rasya Raditya Rasyid angkatan 2025 dan Salman Sombalatu angkatan 2022 Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Oskar Waekero, mahasiswa FISIP Unpatti

Massa diduga berasal dari sejumlah fakultas berbeda. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait motif aksi tersebut.

Kampus Dinilai Lamban?
Mirisnya, aksi tersebut disebut-sebut berlangsung tanpa upaya pencegahan berarti. 

Sejumlah pihak menilai insiden itu terkesan dibiarkan oleh otoritas kampus, meski situasi sudah memanas dan api mulai berkobar.

Pertanyaan pun mencuat di kalangan civitas akademika dan publik: ada apa di balik aksi pembakaran ini? 

Apakah murni bentuk protes mahasiswa, atau ada kepentingan lain yang menyusup, termasuk dugaan kepentingan politik tertentu?

Rektor dan Dekan Belum Beri Tanggapan
TribunAmbon.com telah berupaya menghubungi Rektor Universitas Pattimura, Prof. Fredy Leiwakabessy, untuk meminta klarifikasi, namun hingga berita ini diterbitkan belum mendapat jawaban.

Upaya konfirmasi juga dilakukan kepada Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Teddy Christianto Leasiwal, namun belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

HMI Buka Suara

Kepada TribunAmbon.com, Sekretaris umum Badan koordinasi (Badko) HMI Maluku, Sahrul Wadjo menyesalkan kejadian itu.

Diakuinya aksi unjukrasa berujung pembakaran dilakukan oleh kader di tingkat komisariat, dan bukan seruan resmi HMI Maluku.

"Kami di Badko HMI tidak tergabung dalam kelompok itu, dan semua kader HMI tidak termasuk dalam kelompok itu. Dia hanya mengatasnamakan kelompok, komisariat," ujarnya.

Polisi Tunggu Laporan Resmi
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Ambon, Ipda Janet Luhukay, saat dikonfirmasi TribunAmbon.com mengatakan bahwa pihak kampus telah melakukan koordinasi dengan kepolisian.

“Dari pihak kampus sudah berkoordinasi. Jika laporan resmi sudah masuk, tentu akan kami tindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya singkat.

Insiden ini menjadi sorotan publik Maluku. Selain merusak fasilitas pendidikan, aksi tersebut juga mencoreng citra dunia akademik di Ambon. 

Aparat kepolisian kini menunggu laporan resmi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved