Ambon Hari Ini
Bencana Alam di Ambon Tahun 2025: Kecamatan Teluk Ambon Tersedikit, Sirimau Tertinggi
Jumlah ini dihimpun dari 5 Kecamatan di Kota Ambon yaitu Baguala, Leitimur Selatan, Nusaniwe, Sirimau, dan Teluk Ambon.
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- BPBD Ambon catat terjadi sebanyak 1.325 kejadian bencana sepanjang 2025.
- Jumlah ini dihimpun dari 5 Kecamatan di Kota Ambon yaitu Baguala, Leitimur Selatan, Nusaniwe, Sirimau, dan Teluk Ambon.
- Kecamatan Teluk Ambon Tersedikit, Sirimau Tertinggi
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon mencatat jumlah penanganan bencana alam yang telah ditangani sebanyak 1.325 kejadian.
Jumlah ini dihimpun dari 5 Kecamatan di Kota Ambon yaitu Baguala, Leitimur Selatan, Nusaniwe, Sirimau, dan Teluk Ambon.
Jumlah penanganan bencana alam ini terhitung dari Bulan Februari-November 2025
Berbagai penanganan telah dilakukan akibat dari bencana alam seperti tanah longsor, cuaca ekstrem, banjir, kebakaran permukiman, dan pohon tumbang.
Baca juga: Penempatan PPPK PW di Maluku Tengah Belum Final, Guru Swasta Bakal di Rotasi ke Sekolah Negeri
Baca juga: Inflasi Maluku YoY Februari 2026 Naik, Capaian 5,97 Persen IHK 112,30
Berikut daftar bencana alam di Kota Ambon
- Kecamatan Sirimau dengan jumlah bencana alam 937 kejadian.
Terdata bencana alam longsor sebanyak 888 kejadian.
Sedangkan 49 kejadian terhitung banjir dan pohon tumbang.
- Kecamatan Nusaniwe sebanyak 172 kejadian.
Bencana tanah longsor sebanyak 147, selanjutnya 25 kajadian lainnya kategori cuaca ekstrem dan pohon tumbang.
- Kecamatan Leitimur Selatan terhitung 117 kejadian.
Didominasi oleh bencana alam tanah longsor sebanyak 110, sedangkan 7 kejadian lainnya banjir.
- Kecamatan Baguala sebanyak 78 kejadian bencana alam.
Bencana alam tanah longsor mendominasi juga sebanyak 54 selanjutnya 24 kejadian lainnya terhitung dari cuaca ekstrem.
- Kecamatan Teluk Ambon sebanyak 21 kejadian.
Dengan sedikit laporan tanah longsor hanya 2 kejadian.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Frits Tatipikalawan, menjelaskan upaya yang dilakukan.
Salah satunya dengan melibatkan Dinas terkait lainnya bersama-sama membantu masyarakat menangani bencana.
"Kita terus lakukan koordinasi dengan pihak lainnya untuk mengupayakan penanganan bencana alam yang terjadi di masyarakat," ujarnya kepada Tribun Ambon.com, Senin (2/3/2026).
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk memperhatikan dua hal yakni tidak berlindung di bawah pohon rindang serta menjaga kebersihan lingkungan, khususnya tidak membuang sampah sembarangan yang dapat memicu banjir.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/longsor-galala.jpg)