Ambon Hari Ini
Ibu Pendeta J Tehuayo Minta Anak-anak di Ambon Jaga Circle Pertemanan
Pesan ini juga dikhususkan untuk para siswa yang akan menghadapi ujian akhir, agar menjaga kesehatan, kekuatan mental
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ibu Pendeta Pdt. J. Tehuayo menyampaikan pesan penting kepada anak-anak di Kota Ambon.
Pesan ini juga dikhususkan untuk para siswa yang akan menghadapi ujian akhir, agar menjaga kesehatan, kekuatan mental, serta lingkungan pergaulan atau circle pertemanan.
Pesan tersebut disampaikannya saat diwawancarai TribunAmbon.com usai memimpin ibadah doa bersama di Gereja Joseph Kam, kawasan Belakang Soya, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Jumat (6/2/2026).
Ibadah doa bersama itu diikuti ratusan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ambon sebagai bentuk persiapan mental, spiritual, dan moral menjelang ujian yang akan mereka hadapi.
Pdt. J. Tehuayo menegaskan pentingnya cara pandang siswa dalam menghadapi ujian.
Ia mengajak para pelajar untuk tidak melihat ujian sebagai beban, melainkan sebagai proses kehidupan yang harus dilalui demi masa depan.
Baca juga: DLHP Bersihkan Setengah Ton Sampah dan Lumpur Selokan Gedung Pasar Mardika
Baca juga: Siap-siap Diciduk! Polisi Kantongi Daftar Nama Penyebar Video Asusila GEGP
“Kepada adik-adik siswa kelas XII, khususnya SMA Negeri 1 Ambon, mari melihat ujian ini bukan sebagai beban, tetapi sebagai proses dan langkah untuk maju ke masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, jika ujian dipandang sebagai beban, maka yang muncul adalah rasa takut, gelisah, ragu, bahkan hilangnya kepercayaan diri.
Sebaliknya, jika ujian dimaknai sebagai fase lanjutan kehidupan, siswa akan memiliki pengharapan, semangat, dan daya juang.
“Itu yang saya sampaikan dalam khotbah tadi, supaya anak-anak punya kekuatan untuk menembus fase ini. Jangan sampai kekhawatiran justru mematikan semangat berjuang mereka,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, terutama di usia muda yang rentan terpengaruh pergaulan.
Menurutnya, salah pergaulan dapat berdampak langsung pada kesehatan fisik maupun mental siswa, terutama di masa persiapan ujian.
“Dalam masa persiapan ujian, anak-anak harus menjaga lingkungan dan juga menjaga diri. Kalau bahasa anak-anak sekarang, menjaga circle. Kalau circle tidak betul, maka lingkungan yang dijalani juga tidak betul, dan itu bisa berdampak pada kesehatan,” tegasnya.
Ia menambahkan, kesehatan dan lingkungan pergaulan yang baik merupakan bagian dari support system utama agar anak-anak tetap mampu melangkah dan berjuang mencapai cita-cita mereka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/J-TEHUAYO.jpg)