Kamis, 23 April 2026

Ambon Hari Ini

Lubang di Jl. Syaranamual Ambon Belum Ditangani, Picu Kecelakaan Berulang

Warga setempat menyebutkan, selama sepekan terakhir lubang tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Maula/Maula Pelu
JALAN RUSAK - Lubang besar yang ditandai dengan Ban,tepat di jalan Syaranamual, Kate-kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (11/1/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Satu pekan lebih berlalu, lubang besar hampir sedalam satu meter di jalan Syaranamual, Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, belum juga mendapatkan penanganan yang optimal hingga Minggu (11/1/2026).
  • Warga setempat menyebutkan, selama sepekan terakhir lubang tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.
  • Mulai dari kendaraan roda empat yang bannya terperosok ke dalam lubang, hingga pengendara sepeda motor yang terjatuh karena tidak menyadari keberadaan lubang di badan jalan. 


Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Satu pekan lebih berlalu, lubang besar hampir sedalam satu meter di jalan Syaranamual, Kate-Kate, Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, belum juga mendapatkan penanganan yang optimal hingga Minggu (11/1/2026).

Warga setempat menyebutkan, selama sepekan terakhir lubang tersebut kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Mulai dari kendaraan roda empat yang bannya terperosok ke dalam lubang, hingga pengendara sepeda motor yang terjatuh karena tidak menyadari keberadaan lubang di badan jalan. 

Untuk mengantisipasi bahaya, warga di sekitar lokasi berinisiatif memasang berbagai penanda darurat. 

Mulai dari kayu-kayu, ranting pohon, hingga memasang garis polisi, agar pengendara lebih waspada. 

Namun upaya tersebut dinilai tidak efektif.

Jalan Syaranamual merupakan jalan berstatus nasional dengan volume lalu lintas tinggi. 

Banyak pula kendaraan berat bermuatan konteiner menggunakan akses jalan ini tiap harinya.

Mobil konteiner yang tiap malamnya melintasi kawasan itu, kerap menyapu bersih penanda darurat yang dipasang warga. 

“Setiap hari dikasih tanda. Tapi kalau malam mobil konteiner lewat, itu sering disapu sampai penanda tidak kelihatan. Kan ukuran mobilnya besar to,” ujar Tina, pemilik tokoh di sekitaran lubang saat ditemui TribunAmbon.com di lokasi.

Baca juga: Harga Bawang Merah dan Putih di Pasar Rakyat Bula Stabil, Rp. 60 Ribu per Kilo

Baca juga: Pemuda Negeri Haya Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pantai Labuan Tehoru

Ia menyebutkan, kecelakaan hampir terjadi tiap harinya. 

Warga bahkan sempat meletakan peti-peti tomat sebagai penanda tambahan, namun tetap tertabrak kendaraan besar. 

“Orang jatuh terus. Katong (warga setempat) taruh kayu, taruh apa saja, tetap malam dong (pengendara) tabrak. Kemarin dong taruh peti-peti tomat, tapi ditabrak lagi. Orang jatuh terus,” katanya. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved