Minggu, 7 Juni 2026

Pemprov Maluku

Sikapi Bentrok di Kawasan UIN Ambon, Gubernur Ajak Warga Tak Terprovokasi dan Pasang CCTV

Pemerintah Provinsi Maluku bersama jajaran Forkopimda menggelar pertemuan darurat buntut bentrok di kawasan UIN Ambon.

Tayang:
Humas Polda Maluku
PERTEMUAN FORKOPIMDA - Pemerintah Provinsi Maluku bersama jajaran Forkopimda menggelar pertemuan darurat di Mapolda Maluku membahas penyelesaian bentrok antar pemuda yang pecah di kawasan Kampus UIN Ambon pada Jumat (26/12/2025). Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengimbau warga tidak terprovokasi. 
Ringkasan Berita:
  • Pemerintah Provinsi Maluku bersama jajaran Forkopimda menggelar pertemuan darurat. 
  • Hal itu untuk menyikapi bentrokan antar pemuda yang pecah di kawasan Kampus UIN Ambon pada Jumat (26/12/2025).
  • Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam provokasi, sementara pihak kepolisian menyiapkan tindakan tegas bagi para pelaku yang membawa senjata tajam.

 


Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Menyikapi bentrokan antar pemuda yang pecah di kawasan Kampus UIN Ambon pada Jumat (26/12/2025), Pemerintah Provinsi Maluku bersama jajaran Forkopimda menggelar pertemuan darurat. 

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara tegas mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam provokasi, sementara pihak kepolisian menyiapkan tindakan tegas bagi para pelaku yang membawa senjata tajam.

Pertemuan Lintas Sektoral: Menuntaskan Masalah Berulang

Pertemuan strategis yang berlangsung pascabentrok tersebut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku, Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, Kasdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Kabinda Maluku, hingga Walikota Ambon.

Hadir pula Ketua MUI Provinsi Maluku, Bupati Seram Bagian Timur (SBT), Kapolresta Ambon, Dandim 1504/Ambon, serta perwakilan sesepuh warga Kabupaten SBT yang berada di Kota Ambon.

Gubernur Hendrik Lewerissa menegaskan bahwa pemerintah tidak menutup mata atas konflik yang terus terjadi di area tersebut. 

Ia menyoroti bahwa insiden di lingkungan kampus ini merupakan peristiwa berulang yang harus segera diakhiri.

"Kami yang hadir malam ini telah sepakat untuk menuntaskan permasalahan ini agar segera tuntas dengan aman. Aparat kepolisian sudah bekerja keras memberikan rasa aman, dan kami sangat mengapresiasi itu," ujar Gubernur Hendrik.

Baca juga: 10 Korban Terluka, Polisi Bakal Tindak Tegas Pelaku Pembawa Sajam Tawuran di Kawasan UIN Ambon

Baca juga: Segelas Es Kopi di Wisuda UIN A. M Sangadji Ambon 2025: Langkah Awal Rucosta Coffee Menuju Publik 

Imbauan Gubernur: Lawan Provokasi dan Pasang CCTV

Dalam pesannya kepada masyarakat, Gubernur menekankan pentingnya menjaga tali persaudaraan dan toleransi antar-anak Maluku. 

Ia meminta warga untuk tidak memberikan ruang bagi para provokator yang ingin mengganggu stabilitas keamanan (kamtibmas) di Kota Ambon.

"Jangan mudah terhasut oleh informasi yang belum pasti kebenarannya yang disampaikan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," ajaknya.

Secara spesifik, Gubernur juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan melalui teknologi. 

Ia menyarankan pemasangan kamera CCTV secara mandiri di tempat tinggal masing-masing. 

Menurutnya, rekaman CCTV akan mempermudah aparat kepolisian bergerak cepat dalam melakukan penegakan hukum jika terjadi peristiwa kriminal atau konflik di masa mendatang.

"Memasang kamera CCTV secara mandiri juga memiliki manfaat yang besar jika terjadi suatu peristiwa maka lewat rekaman CCTV inilah aparat kepolisian akan bisa bergerak cepat melakukan langkah-langkah penegakan hukum," ungkapnya.

Polda Maluku: 300 Personel Siaga, Bawa Sajam Langsung Ditindak

Di sisi keamanan, Wakapolda Maluku, Brigjen Pol. Imam Thobroni, memastikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah bentrok lanjutan. 

Saat ini, sebanyak 300 lebih personel Polri telah digeser ke tempat kejadian perkara (TKP) dengan dukungan penuh dari rekan-rekan TNI (Kodam XV/Pattimura) yang siap siaga kapan saja.

Wakapolda menegaskan tidak akan ada kompromi bagi pelanggar hukum. 

Berdasarkan laporan, bentrok tersebut telah menyebabkan 10 orang luka-luka. Saat ini, penyelidikan sedang berlangsung untuk mengungkap dalang di balik peristiwa tersebut.

"Kami akan melakukan langkah tegas kepada siapa saja yang tertangkap tangan membawa sajam yang menurut penilaian kami akan digunakan untuk aksi tawuran. Akan dilakukan upaya paksa terhadap yang bersangkutan demi ketertiban masyarakat," tegas Brigjen Pol. Imam Thobroni.

Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat, diharapkan situasi di kawasan UIN Ambon dan sekitarnya kembali kondusif, serta mencegah pecahnya konflik serupa di masa depan. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved