Rabu, 17 Juni 2026

Ambon Hari Ini

BBM Naik Harga, Pengrajin Tahu dan Tempe di Ambon Minta Pemerintah Subsidikan Solar

Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menjelaskan efek dari kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) itu mempengaruhi berbagai sektor.

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
KENAIKAN HARGA PASAR- Potret pengajian tahu dan tempe bersama salah seorang pembeli, di Kelurahan Rijali, Negeri Batu Merah, Kota Ambon, Senin (15/6/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pengrajin tahu tempe, Erna meminta pemerintah untuk memberikan subsidi solar kepada mereka yang terancam gulung tikar. 
  • Menyikapi situasi itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menjelaskan efek dari kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) itu mempengaruhi berbagai sektor. 
  • Meski begitu, Wattimena akan melakukan koordinasi lanjutan dengan PT. Pertamina, sehingga kebutuhan solar kepada pengusaha tetap ada.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi menjadi tantangan baru bagi pelaku usaha di Kota Ambon. 

Salah satunya dari pengrajin tahu dan tempe yang menggunakan BBM jenis solar yakni nonsubsidi. 

Hal ini mengakibatkan mereka tak dapat membeli langsung ke Pertamina tetapi melalui pengencer.

Salah satu pengusaha tempe dan tahu yang terkena dampak, Erna Purwati (50), yang beralamat di RT 004/RW 002, Kelurahan Rijali, Negeri Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Ia menjelaskan, dalam sehari untuk produksi tahu dan tempe memerlukan paling sedikit 5 liter solar.

"Biasanya yang lain itu belinya taru dimobil, nanti baru dipindahkan, kalau saya kan tidak punya mobil, jadi belinya di pengencer, setiap hari untuk produksi itu perlu 5 liter solar," katanya. saat di wawancarai TribunAmbon.com, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Tekan Edaran Miras, Polisi Sita Belasan Liter Miras di Kota Masohi

Baca juga: Polda Maluku Tegaskan Rekrutmen Polri 2026 Bebas Titipan, 100 Casis Ikuti Tes Psikologi Tahap II

Erna meminta pemerintah untuk memberikan subsidi solar kepada mereka yang terancam gulung tikar. 

Menyikapi situasi itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menjelaskan efek dari kebijakan Pemerintah Pusat (Pempus) itu mempengaruhi berbagai sektor. 

Meski begitu, Wattimena akan melakukan koordinasi lanjutan dengan PT. Pertamina, sehingga kebutuhan solar kepada pengusaha tetap ada.

"Nanti kita koordinasikan dengan PT. Pertamina, karena ini kebijakan yang dilakukan secara nasional dan dampaknya kemana-mana," tegasnya kepada awak media di Balai Kota, Selasa (16/6/2026). 

Sebagai informasi, PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi sejak 10 Juni 2026.

Harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.600 per liter menjadi Rp16.650 per liter atau meningkat sekitar 32 persen.

Sementara Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi masih tetap bertahan, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.

Untuk produk diesel nonsubsidi, Dexlite (CN 51) tetap dijual Rp23.500 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) sebesar Rp25.350 per liter.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved