Minggu, 31 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Festival Ketupat di Dusun Talaga Kodok, Pemprov: Lestarikan Identitas Lokal

Penyelenggaraan festival ketupat Talaga Kodok tahun ini mencatat peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Novanda Halirat/Novanda Halirat
FESTIVAL KETUPAT- Tampak suasana pembukaan Festival Ketupat di Dusun Talaga Kodok, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (30/5/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, secara membuka Festival Ketupat yang berlangsung di Dusun Telaga Kodok, Sabtu, (30/5/2026). 
  • "Satu Ketupat Seribu Cerita" digagas menjadi tema festival ini.
  • Penyelenggaraan festival tahun ini mencatat peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya. 
  • Sebanyak 48 stan disiapkan dengan total 40.552 ketupat yang disajikan kepada pengunjung, meningkat dari sekitar 39 ribu ketupat pada festival tahun lalu.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON,TRIBUNAMBON.COM- Sekretaris Daerah Maluku, Sadali Ie, secara resmi membuka Festival Ketupat yang berlangsung di Dusun Telaga Kodok, Sabtu (30/5/2026). 

"Satu Ketupat Seribu Cerita" digagas menjadi tema festival ini. 

Penyelenggaraan festival tahun ini mencatat peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya. 

Sebanyak 48 stan disiapkan dengan total 40.552 ketupat yang disajikan kepada pengunjung, meningkat dari sekitar 39 ribu ketupat pada festival tahun lalu.

Gubernur Hendrik Lewerissa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Maluku, Sadilie lie mengatakan, Festival Ketupat adalah agenda budaya yang digelar usai perayaan Idul Adha. 

Festival ini sebagai simbol memperkuat persaudaraan antar sesama masyarakat, tanpa melihat suku, budaya dan agama. 

Menurutnya tema yang diusung mengandung arti diterima dengan keterbukaan hati sebagai saudara dan pulang membawa kenangan. 

"Mengusung tema "Datang sebagai tamu, pulang sebagai keluarga dalam bingkai hidup orang Basudara, satu ketupat seribu cerita", mengandung makna setiap orang yang datang ke Maluku akan diterima dengan hati terbuka, dihormati sebagai saudara dan pulang membawa kenangan serta kasih persaudaraan," katanya.

Baca juga: Piala Dunia 2026, Rovik Afifuddin: Akan Lahir Juara Dunia Baru dan itu adalah Belanda

Baca juga: Portugal Dijagokan Juara Piala Dunia 2026, Kadis Dukcapil SBT: Kado Terakhir tuk Ronaldo

Dibalik sajian ketupat sederhana ini, lanjut Gubernur, tersimpan nilai toleransi, gotong royong dan cerita tentang persatuan masyarakat yang hidup rukun dalam keberagaman.

"Pemerintah provinsi Maluku memandang kegiatan seperti ini sangat penting karena tidak hanya menjaga dan melestarikan tradisi budaya lokal tetapi juga memperkuat identitas masyarakat Maluku sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai toleransi," lanjutnya.

Selain itu, kata Gubernur, festival ini memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya dan masyarakat.

Gubernur berharap, festival ini dapat terus dikembangkan menjadi agenda wisata budaya unggulan yang mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, untuk datang menikmati keindahan alam budaya dan keramahan masyarakat.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus mempererat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya dan menanamkan semangat kebersamaan kepada generasi muda agar warisan ini tetap hidup sepanjang masa," ajak Gubernur.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved