Siswi Terlindas Truk TNI
Siswi SMP di Ambon Dilindas Truk TNI, Pangdam Mayjen Putranto Tak Pernah Jenguk
Khususnya karena Pangdam sebelumnya tak pernah menjenguk korban selama masa kritisnya sampai saat ini, sudah sebulan lebih dirawat.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Ringkasan Berita:
- Siswi SMP di Ambon berinisial SKP (14) mengalami luka berat setelah terlindas truk TNI dalam kecelakaan, dan hingga 41 hari masih menjalani perawatan intensif.
- Keluarga korban mengaku terpukul, menilai bantuan belum sebanding, serta berharap ada tanggung jawab jangka panjang untuk pengobatan, rehabilitasi, dan pendidikan korban.
- Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo tak menjenguk hingga meninggalkan Maluku.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Pergantian pucuk pimpinan di Kodam XV/Pattimura menjadi sorotan di tengah kasus kecelakaan tragis yang menimpa seorang siswi SMP di Kota Ambon.
Di balik seremoni pisah sambut, keluarga korban justru mempertanyakan kepedulian para petinggi TNI.
Khususnya karena Pangdam sebelumnya tak pernah menjenguk korban selama masa kritisnya sampai saat ini, sudah sebulan lebih dirawat.
Jabatan Pangdam XV/Pattimura kini resmi diemban oleh Mayjen TNI Dody Tri Winarto, menggantikan Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo.
Acara pisah sambut berlangsung di Aula Makorem 151/Binaiya pada Senin (13/04/2026), dan turut dihadiri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon.
Namun di tengah agenda tersebut, perhatian terhadap korban justru dipertanyakan.
Baca juga: Siswi SMP di Ambon Dilindas Truk TNI Bermuatan Casis, 41 Hari Menderita di Rumah Sakit
Pangdam Tak Pernah Menjenguk
Keluarga korban mengungkapkan kekecewaan mendalam. Selama 41 hari sejak insiden terjadi, Pangdam sebelumnya disebut tidak pernah datang menjenguk putri mereka yang kini masih terbaring lemah di rumah sakit.
Ibu korban, Mariska Muskitta (41), tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Ia mengaku sangat terpukul melihat kondisi anaknya tanpa kehadiran pimpinan tertinggi TNI di wilayah tersebut.
“Hati saya teriris. Anak saya menderita seperti ini, tapi sampai beliau selesai menjabat, tidak pernah datang melihat kondisi anak saya,” ungkap Mariska.
Dari jajaran petinggi TNI, hanya Danrem 151/Binaiya, Brigjen TNI Raffles Manurung, yang tercatat datang menjenguk korban, yakni pada 10 Maret 2026—beberapa hari setelah kejadian.
Baca juga: Nakes di Malteng Akui Terima Gaji PPPK Paruh Waktu Senilai Rp 500 Ribu
Mariska menyebut, kehadiran pimpinan bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk empati bagi keluarga yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kami tidak minta lebih, hanya ingin ada kepedulian. Datang melihat saja itu sudah sangat berarti bagi kami,” tambahnya.
Upaya Keluarga Hubungi Kasum TNI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Tabrak-Pangdam.jpg)