Minggu, 26 April 2026

Ambon Hari Ini

Pala Hangat, Raga Sehat: Petani Desa Seith Produksi Balsem Herbal Penghilang Lelah

Melalui program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) bertajuk “Pala Hangat, Raga Sehat: Edukasi dan Produksi Balsem Herbal

Editor: Fandi Wattimena
Istimewa
PALA HANGAT - Foto bersama usai pelatihan pada program PMP bertajuk “Pala Hangat, Raga Sehat, berlangsung di Desa Seith. 

TRIBUNAMBON.COM – Potensi pala di Desa Seith, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah kini mulai dimanfaatkan menjadi produk kesehatan bernilai tambah.

Melalui program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) bertajuk “Pala Hangat, Raga Sehat: Edukasi dan Produksi Balsem Herbal sebagai Terapi Penghilang Lelah”, masyarakat setempat dilatih mengolah pala menjadi balsem herbal alami.

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat yang memiliki kebun pala di Desa Seith, yang sebelumnya hanya menjual pala dalam bentuk mentah.

Melalui pelatihan dan pendampingan, mereka kini mampu mengekstrak minyak atsiri pala, mencampurnya dengan bahan alami seperti beeswax dan minyak kelapa, serta mengemasnya dalam bentuk balsem siap pakai.

Selama pelatihan, masyarakat berhasil memproduksi ± 40 pot balsem herbal ukuran 30 gram yang dinilai layak uji organoleptik.

Baca juga: DLH Buru Sesalkan Bak Sampah di Namlea Dibakar, Warga Diminta Tak Lagi Bakar Sampah

Baca juga: Puluhan Kader AMGPM Daerah Pulau Ambon Ikuti PKJL: Dorong Penguatan Kapasitas dan Kualitas

Program ini dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari Lintje Sintje Corputty, S.Sos., MPH (Ketua Tim), Dr. Abdul Thalib, S.Kep., Ns., M.Kep (Anggota 1), dan Apt. Djulfikri Mewar, S.Farm., M.Si (Anggota 2). Menurut Ketua Tim, Lintje Sintje Corputty, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru.

“Dengan adanya inovasi produk herbal berbasis pala, masyarakat Desa Seith dapat meningkatkan pendapatan sekaligus mempromosikan potensi lokal Maluku ke pasar yang lebih luas, serta Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya di sampaikan kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, atas dukungan pendanaan melalui Hibah BIMA DRTPM tahun 2025, yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas bagi terlaksananya kegiatan pengabdian masyarakat pemula ini,” ujarnya.

Produk balsem herbal pala ini diharapkan menjadi alternatif terapi alami untuk mengurangi pegal, nyeri otot, dan kelelahan, sekaligus memperkuat citra Maluku sebagai daerah penghasil rempah dengan manfaat kesehatan. Ke depan, tim berencana mendampingi masyarakat dalam aspek legalitas produk, pengemasan modern, serta pemasaran digital agar usaha ini berkelanjutan. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved