Selasa, 21 April 2026

Ambon Hari Ini

Maraknya Child Grooming di Ruang Medsos, Lekransy Ingatkan Peran Orang Tua Pada Anak

Disampaikan Lekransy di sela-sela  sosialisasi pentingnya peran orang tua bagi anak di tengah disrubsi teknologi yang berlangsung di Gedung Gereja

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
Pemkot Ambon
PEMKOT AMBON - Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, saat menjelaskan terkait ancaman Child Grooming atau predator, yang saat ini marak di dunia media sosial berlangsung di Gedung Gereja Hokimtong Ambon, Jumat (26/9/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Komunikasi Informatika (Kominfo) dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy mengingatkan orang tua terkait ancaman Child Grooming atau predator, yang saat ini marak di dunia media sosial (medsos).

Disampaikan Lekransy di sela-sela  sosialisasi pentingnya peran orang tua bagi anak di tengah disrubsi teknologi yang berlangsung di Gedung Gereja Hokimtong Ambon, Jumat (26/9/2025).

Sebagai informasi, Child Grooming adalah, penggunaan  platform media sosial  oleh individu tertentu untuk melakukan tindakan yang tidak pantas, atau berbahaya terhadap orang lain, terutama anak-anak dan remaja. 

Menurut Lekransy, para pelaku Child Grooming akan menggunakan berbagai taktik, dalam  membangun kepercayaan, manipulasi emosional, atau psikologis untuk mempengaruhi korban.  

"Sehingga dibutuhkan pengawasan orang tua kepada anak setiap waktu, sehingga patut diwaspadai supaya Anak-anak kita tidak terjebak, dalam pertemanan sampai hubungan terlarang  dengan orang jahat di medsos," ujar Lekransy dalam rilisan yang diterima TribunAmbon, Sabtu (27/9/2025).

Baca juga: 4 Bulan Gaji 94 Karyawan PT. Karlez di SBT Belum Jelas, Begini Repon Bupati Fachri

Baca juga: Tahun Depan, Dishub Rencana Bangun Kembali Jembatan Speedboat Mardika-Wayame

Sehingga menurutnya, pelaku Child Grooming biasanya menyamar jadi orang baik, seakan  memiliki minat yang sama, dan para pelakuberpura-pura peduli. 

Hal ini membuat membuat korban merasa nyaman dan akan terus manipulasi perasaan, agar makin percaya.  

Hal ini, kata Lekransy, akan menjadikan peluang itu untuk melakukan pelecehan seksual, eksploitasi bahkan sampai penculikan. 

"Saatnya papa, mama, opa, oma  dan semua keluarga sadar dan  melindungi anak cucu. Mereka harus diajari untuk mengantisipasi ancaman predator di media sosial, dengan  menerapkan sikap berhati-hati dalam berinteraksi dengan orang yang tidak di kenal," kata dia.

Lekransy juga mengingatkan orang tua, agar awasi penggunaan gatged pada anak, batasi waktu. 

Serta pastikan dalam penggunaan akun media sosial  gunakan pengaturan privasi, untuk mengontrol siapa yang dapat melihat informasi pribadi. 

"Orang tua dapat melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwajib, atau platform media sosial  pemerintah yang resmi," tandas Lekransy. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved