Kamis, 23 April 2026

Tual Hari Ini

Intervensi Spesifik Jadi Cara Ampuh Dinkes Tual, Gempur Stunting

Kabalmay mengatakan dari 20 Desa lingkup Kota Tual, angka stunting tertinggi justru ada di wilayah kerja Puskesmas Tual.

Istimewa
DINKES TUAL : Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual Muhammad Rifai Kabalmay bicara tentang Stunting di Kota Maren. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

TUAL, TRIBUNAMBON.COM - guna memerangi stunting, Dinas Kesehatan Kota Tual, Provinsi Maluku, menggencarkan intervensi spesifik.

Intervensi Spesifik Stunting sendiri adalah serangkaian upaya yang langsung berhubungan dengan penyebab gizi dan kesehatan individu, khususnya pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) (dari kehamilan sampai anak usia 2 tahun).

Baca juga: Parkir Liar Kembali Marak di Kota Ambon: Oknum Pakai Rompi dan Peluit

Menurut Kemenkes RI dan WHO, intervensi spesifik ini menyumbang sekitar 30 persen pencegahan stunting, sisanya ditopang intervensi sensitif (air bersih, sanitasi, pendidikan, ekonomi, dll).

Pada tahun 2024, Prevalensi angka stunting di Kota tual cukup tinggi, sentuh 25 persen.

Untuk itu, pemberian tablet darah kepada remaja wanita hingga ibu hamil, sampai makanan tambahan digencarkan oleh Dinkes Tual.

"Intervensi spesifik terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Tual, dimana 30 persen jadi bagian kita secara tupoksi," ujar, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tual Muhammad Rifai Kabalmay.

Lanjutnya Dinkes memberkati tablet tambah darah untuk remaja wanita juga ibu hamil yang dipantau secara berkala dan proses persalinan harus dibantu tenaga kesehatan.

"Ada bantuan makanan tambahan juga yang kita berikan kepada ibu hamil yang mempunya masalah gizi, juga anak-anak yang kekurangan gizi dianggarkan dari (Bantuan Operasional Kesehatan), 
BOK tiap-tiap Puskesmas," cetusnya.

Baca juga: 3 Bulan Berlalu, Kasus Penumpang Hilang di KM. Sabuk Nusantara 87 Mandek: Polda Maluku Dinilai Lalai

Sementara, kata Kabalmay dari 20 Desa lingkup Kota Tual, angka stunting tertinggi justru ada di wilayah kerja Puskesmas Tual.

"Secara garis besar angka stunting tertinggi ada di Desa Tual, kami berharap di tahun 2025 angka stunting bisa terus turun dan diharapkan Kolaborasi antar sesama stakeholder," pungkasnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved