Selasa, 21 April 2026

Maluku Terkini

Irjen Pol Dadang Hartanto Resmi Bertugas di Maluku, Pelaku Pembakaran Rumah Warga Hunuth Jadi PR

Irjen Dadang menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama.untuk mengungkap pelaku pembakaran puluhan rumah di Desa Hunuth.

Tribunambon/jenderal
BENTROK HUNUTH - Irjen Pol. Prof. Dadang Hartanto resmi bertugas sebagai Kapolda Maluku, kasus pembakaran rumah warga Desa Hunuth hingga kini belum terungkap, Selasa (26/8/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Inspektur Jenderal Polisi Prof. Dadang Hartanto resmi bertugas sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku, Selasa (26/8/2025). 

Tepat di hari pertama pengabdiannya, ia langsung dihadapkan pada kasus menantang.

Yakni, belum terungkapnya pelaku pembakaran puluhan rumah di Desa Hunuth, Kecamatan Teluk Ambon, yang terjadi sepekan lalu.

Baca juga: 7 Bulan Operasional, Dapur Makan Bergizi Gratis di Malra Nihil Pelatihan Penjamah Makanan

Baca juga: Kabur ke Weda, Buronan Persetubuhan Anak di KKT Resmi Jalani 13 Tahun Penjara 

Dalam upacara serah terima pataka, Irjen Dadang menekankan pentingnya sinergi dan kerja sama. 

"Saya berharap tidak hanya saya dan keluarga dapat diterima oleh seluruh keluarga besar Polda Maluku untuk selanjutnya bersama dan bersinergi melaksanakan tugas pengabdian menjaga Kamtibmas," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh personel untuk bergerak cepat, bertindak tepat, serta profesional dan humanis. 

Baginya, keberhasilan Polri diukur dari terciptanya situasi kondusif di mana masyarakat merasa aman dan bebas dari rasa takut. 

"Berikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh keikhlasan serta bersama-sama menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan damai," pesannya.

Penyelidikan Kasus Hunuth Berjalan, Pelaku Masih Buron

Di tengah euforia kedatangan Kapolda baru, kasus pembakaran rumah di Desa Hunuth, Selasa (19/8/2025) masih menjadi pekerjaan rumah yang menantang. 

Hingga saat ini, para pelaku belum juga ditangkap, meski Polda Maluku telah menerima laporan resmi dari para korban.

Diketahui, insiden ini bermula dari perkelahian antar pelajar yang menewaskan seorang siswa SMK Negeri 3 Ambon berinisial AP.

Kematian AP kemudian memicu bentrokan besar-besaran yang berujung pada pembakaran 24 rumah, merusak fasilitas umum, dan kendaraan. 

Akibatnya, 59 kepala keluarga atau sekitar 236 jiwa terpaksa mengungsi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved