Rabu, 13 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Festival Film Pendek, AMGPM Ranting Irene Amahei Angkat Budaya Lokal 'Bayar Harta'

Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga upaya konkret AMGPM untuk melestarikan budaya lokal.

Tayang:
Sumber: Thomas Madilis
FILM PENDEK - AMGPM Ranting Irene Amahei menyajikan film pendek berdurasi sekitar 17 menit berjudul 'Bayar Harta' pada festival film pendek yang digelar Cabang Siloam/Masohi. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 pada 13 Agustus 2025, Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Siloam/Masohi menggelar Festival Film Pendek. 

Lomba ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga upaya konkret AMGPM untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan kepedulian lingkungan di kalangan generasi muda.

Mengusung tema 'Local Culture dan Environment', festival ini bertujuan untuk mengembangkan potensi pemuda GPM sekaligus mempererat tali silaturahmi dan pelayanan gereja kepada masyarakat di era teknologi dan digitalisasi.

Ranting Irene Amahei Perkenalkan "Bayar Harta"
Dalam gelaran ini, AMGPM Ranting Irene Amahei turut berpartisipasi aktif dengan menyajikan sebuah film pendek berdurasi sekitar 17 menit berjudul 'Bayar Harta'.

Baca juga: 71 Calon Bintara Polda Maluku Jalani Pendidikan di SPN Passo

Baca juga: Minta Maaf Soal Belatung di Sajian Makanan Bergizi Gratis, Toserba Ratu Balqis Siap Ganti Rugi Kurma

Film ini mengangkat tema budaya lokal dan menjadi pesan kuat bagi generasi muda Maluku bahwa adat, budaya, dan cinta adalah satu kesatuan yang harus dipertahankan serta dilestarikan.

Kader AMGPM Ranting Irene, Thomas Madilis, menjelaskan bahwa 'Bayar Harta' bukan sekadar film yang akan ditayangkan di kanal YouTube atau diperlombakan. 

"Ada pesan-pesan positif di dalamnya. Mulai dari penyuntingan video, pengambilan gambar, penghayatan pemeran, hingga isi deskripsi, semuanya sangat menarik karena mengadopsi budaya yang masih sering dilakukan oleh masyarakat setempat di Negeri Amahei, salah satu negeri adat di Maluku," ujar Madilis, Kamis (31/7/2025).

Madilis menambahkan, pilihan judul 'Bayar Harta' muncul dari kesadaran anggota Ranting Irene Amahei akan pergeseran kebudayaan dan adat istiadat di hampir seluruh daerah Maluku.

Sehingga diputuskan untuk ntuk tetap mempertahankan budaya seperti ini dengan cara dijadikan sebuah film. 

Promosi melalui laman media sosial bertujuan untuk mengembalikan tatanan kebudayaan kita yang sesungguhnya. 

"Jadi, untuk teman-teman semuanya di Maluku maupun di perantauan, bisa menjadikan film pendek ini sebagai sebuah perjalanan sejarah yang harus dijaga," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved