Jumat, 15 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Menunggu Hanyut Perkebunan dan Rumah, Bertahun-Tahun BWS Maluku Tak Tangani 

Penelusuran TribunAmbon.com Selasa (15/7/2025), ancaman erosi itu mengancam perkebunan hingga rumah warga. 

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Maula Pelu
SUNGAI AMBON - Kondisi derasnya sungai Wailela, Kota Ambon, berdampak pada perkebunan dan rumah warga terancam, Selasa (15/7/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Ancaman bencana tengah mengintai keselamatan warga yang tinggal di hulu hingga hilir daerah aliran sungai (DAS) Wailela, Desa Rumah Tiga, Kota Ambon.

Pasalnya, bagian sisi kiri maupun kanan tebing di bantaran sungai itu mulai terlihat banyak yang runtuh dan jatuh ke dalam sungai akibat tergerus erosi. 

Tebing-tebing sungai itu tidak mampu membendung dan menahan derasnya aliran air yang mengalir dan menghantam dinding tebing. 

Dampak dari proses alam tersebut menjadi ancaman tersendiri bagi keselamatan jiwa sebagian warga yang tinggal di bantaran sungai tersebut. 

Baca juga: ‎Meski Cuaca Buruk, Harga Ikan di Pasar Binaiya Masohi Terbilang Murah

Baca juga: Rute Ambon - Bitung dengan Kapal Pelni: Terjadwal 19, 27, 29 Juli 2025 Tarif Rp 276.000

Penelusuran TribunAmbon.com Selasa (15/7/2025), ancaman erosi itu mengancam perkebunan hingga rumah warga. 

Warga di sana terancam hilang tempat tinggal ataupun perkebunan mereka. 

Kondisi ini telah bertahun-tahun tanpa penanganan yang optimal. 

Hal tersebut disampaikan warga setempat, Berty. 

Kondisi ini terus terancam setiap curah hujan tinggi dan meningkatnya volume air sungai. 

“Setiap hujan tinggi, sungai deras, pasti terkikis terus. Sudah sangat lama. Bertahun-tahun tanpa penanganan,” ungkap warga setempat, Berty. 

Kawasan yang terancam abrasi ini masuk dalam wilayah pemeliharaan Kementerian Pekerjaan Umum memalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku.

Hal tersebut diakui Humas BWS Maluku, Handry, saat ditemui di kantor BWS Maluku, Selasa (15/7/2025).

“Ia itu aset kami dikawasan Dam Wailela dan dari arah jembatan Wailela ke arah hilir,” akui Hendry. 

Lebih lanjut ketika ditanyakan kapan terakhir pemeliharaan kawasan itu, dirinya tidak menjawab lebih. 

Hanya merespon akan dilakukan pengecekan kembali kepada bidang terkait. 

“Ini nanti dicek lagi yah. Kami cek di bagian yang bersangkutan,” sambungnya.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved