Kamis, 14 Mei 2026

Tual Hari Ini

Tugas Perdana, Dandim Tual Langsung Komunikasi Sosial Bersama Gereja St. Josep Ohoijang

Dandim 1503 Tual, Letkol Infanteri Andi Agus Salim gerak cepat menggelar komunikasi sosial bersama Gereja St, Joseph Ohoijang, di Minggu (6/7/2025).

Tayang:
Istimewa
DANDIM TUAL : Dandim Tual, saat menyambangi Gereja St, Joseph Ohoijang, di Minggu (6/7/2025) malam. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Pasca ditugaskan di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) Provinsi Maluku, Dandim 1503 Tual, Letkol Infanteri Andi Agus Salim langsung gerak cepat menggelar komunikasi sosial bersama Gereja St, Joseph Ohoijang, di  Minggu (6/7/2025) malam.

Letkol Andi Agussalim yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri 735/Nawasena kini mengemban amanah sebagai Dandim 1503/Tual menggantikan Letkol Infanteri Kadek Muliarsa.

Kegiatan yang berlangsung di Jalan Jenderal  Sudirman, Kelurahan Ohoijang Watdek ini dihadiri lebih dari 200 umat paroki, termasuk Pastor Thomas Ratuanak dan Ketua Dewan Gereja, Devon Rahawarin.

Baca juga: Miris! Kondisi Plafon Pasar Rakyat Kota Bula Bocor Hingga Ambrol, Pedagang Minta Diperbaiki

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan teritorial TNI AD, yang menempatkan rakyat sebagai komponen utama dalam sistem pertahanan semesta.

Melalui pendekatan komunikasi yang humanis dan dialogis dengan komunitas keagamaan, Kodim 1503/Tual berupaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan kedaulatan wilayah.

“Kehadiran kami di tengah komunitas Gereja St. Josep ini adalah bagian dari tugas strategis TNI dalam membina hubungan sosial yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Satu Unit Rumah di Suli - Malteng, Kerugian Ditaksir Rp 400 juta

Menurutnya, stabilitas keamanan tidak bisa dibangun hanya dengan kekuatan senjata, tetapi melalui kepercayaan dan kebersamaan.

Dirinya juga menekankan, pentingnya komunikasi sosial sebagai pendekatan non-fisik yang efektif dalam mencegah konflik horizontal, terlebih di wilayah yang memiliki tingkat heterogenitas sosial seperti Malra.

"Kami bersyukur situasi di Malra mulai kondusif beberapa bulan terakhir. Namun stabilitas ini harus terus dijaga melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam memantau dinamika sosial remaja dan pemuda yang rentan terhadap konflik," ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya juga mengajak masyarakat untuk tidak segan menyampaikan kritik atau masukan terhadap kinerja Babinsa yang menjadi perpanjangan tangan TNI di lapangan.

Transparansi dan evaluasi berkelanjutan disebutnya sebagai bentuk tanggung jawab moral institusi pertahanan kepada rakyat.

"Babinsa adalah ujung tombak pertahanan kewilayahan. Jika ada penyimpangan dalam perilaku, segera laporkan. TNI lahir dari rakyat, berjuang untuk rakyat, dan menyatu dengan rakyat," imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, Dandim 1503/Tual kembali menegaskan kekuatan pertahanan negara tidak semata pada kekuatan militer, melainkan juga pada kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kedamaian, persatuan, dan keutuhan wilayah.

Acara berakhir pukul 20.30 WIT dalam suasana aman, penuh keakraban, dan semakin memperkuat semangat bela negara berbasis kesadaran sipil di tengah kehidupan masyarakat religius dan majemuk Malra. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved