News
Siap-siap! Minyak Potensi Langka dan Naik Harga Dampak Konflik Iran-Israel
Minyak disebut bakal berpotensi mengalami kelangkaan dan naik harga dampak dari konflik antara Iran dan Israel.
TRIBUNAMBON.COM – Minyak disebut bakal berpotensi mengalami kelangkaan dan naik harga dampak dari konflik antara Iran dan Israel.
Pasalnya, ini berkaitan dengan ancaman penutupan Selat Hormuz.
Selat yang memisahkan Iran dengan Uni Emirat Arab yang menjadi jalur strategis pengiriman minyak dunia.
Jika selat ini ditutup, maka dampak yang akan dirasakan yakni melonjaknya harga minyak tidak saja untuk kawasan Asia Tenggara tapi untuk seluruh dunia.
Baca juga: Konflik Iran – Israel Disebut Berpotensi Picu Perang Dunia Ketiga
"Kita tahu sekarang Selat Hormuz sudah (diancam) ditutup. Amerika sudah ikut serta. Kalau dalam satu minggu atau sepuluh hari ini tidak bisa ada duduk kemudian berunding, maka yang paling pertama melonjaknya harga oil itu akan memberikan pengaruh yang luar biasa. Tidak saja bagi kita di Asia Tenggara tetapi di seluruh dunia," kata Ketua Bidang Kebijakan Politik Luar Negeri dan Hubungan Internasional DPP Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin, Senin (23/6/2025).
Baca juga: 3.800 Liter Sopi Dimusnahkan, Terbanyak dari Polsek KPYS dan Baguala
Selain itu, konflik antara Iran dan Israel disebut juga bakal berpotensi picu perang dunia ketiga.
Untuk itu, Ngabalin memperingatkan bahwa dunia berada di ambang krisis global jika konflik antara Iran dan Israel tidak segera diredam.
Menurut Ngabalin, keterlibatan Amerika Serikat dalam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran berpotensi memicu eskalasi menuju perang dunia ketiga dan menyebabkan lonjakan drastis harga minyak dunia.
"Iya, tidak mustahil (perang dunia ketiga bisa terjadi). Tidak mustahil itu bisa terjadi," tandas Ngabalin. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Ngabalin Peringatkan Potensi Perang Dunia jika Iran–Israel Tak Redam Konflik".
| Presiden Prabowo Temui Putin di Rusia, Siap Suplai Minyak dan LPG ke Indonesia |
|
|---|
| Konflik Timur Tengah, Pemerintah Indonesia Pulangkan 45 WNI di Iran ke Tanah Air |
|
|---|
| Pemerintah Arab Saudi Umumkan Batas Akhir Keberangkatan Jemaah Umrah Terakhir 18 April 2026 |
|
|---|
| Muluskan Program Listriknisasi, Prabowo Rencana Bangun Pabrik Mobil Sedan Berbasis Listrik |
|
|---|
| Program Listriknisasi 100 Gigawatt, Presiden Prabowo: Pemerintah Tak Impor BBM Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Selat-Hormuz.jpg)