Selasa, 21 April 2026

SBT Hari Ini

Pasca Hujan Deras, 4 Rumah di Desa Persiapan Inlomin Pulau Gorom Rusak

Curah hujan tinggi mengguyur Desa Persiapan Inlomin kecamatan Pulau Panjang, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku.

|
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
Jainudin Rumahtiga
HUJAN DERAS - Tampak kondisi salah satu rumah warga di Desa Persiapan Inlomin kecamatan Pulau Panjang kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Senin (23/6/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Curah hujan tinggi mengguyur Desa Persiapan Inlomin Kecamatan Pulau Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku. 

Intensitas hujan yang melanda desa setempat sejak kemarin hingga dini hari, Senin (23/6/2025), mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan. 

Satu diantaranya terpaksa ditopang menggunakan kayu buah akibat pondasi bangunan yang amblas akibat hantaman air. 

Hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko kerusakan yang semakin parah, mengingat hujan bulan Juli yang tak kunjung usai. 

Baca juga: PLN Pasang 100 Lampu di Ruas Jalan Kota Masohi

Sejumlah rumah hingga Tempat Pemakaman Umum (TPU) turut digenangi air dengan ketinggian lebih dari 10 centimeter. 

Setidaknya, terdapat 11 makam rusak parah, sebagian diantaranya miring dan tertutup tanah akibat derasnya aliran air yang masuk ke area pemakaman. 

Hal itu disampaikan Jainudin Rumatiga, salah satu warga setempat ketika diwawancarai TribunAmbon.com via WhatsApp, Senin (23/6/2025). 

"Karena hujan tidak stop-stop, talud penahanan air dan saluran air yang berdekatan dengan rumah warga sudah roboh, karena tekanan air yang banjir cukup deras," ujarnya. 

Baca juga: Cuaca Ekstrem di Ambon, Bodewin Wattimena Ingatkan Soal Mitigasi Bencana

Kata dia, penghuni rumah yang kena imbas hujan deras semalam, kini telah mengungsi ke rumah keluarga, sebab mengancam keselematan mereka.

"Yang punya rumah itu sudah mengungsi ke dia punya sodara, karena memang kondisi saat ini belum terlalu baik, masih huna  juga, takutnya nanti terjadi hal yang tidak kita inginkan," jelasnya. 

Lebih lanjut dijelaskan, taluk penahan ombak telah mengalami patahan menjadi ancaman pihaknya, terlebih di tengah musim timur saat ini. 

"Ini kan musim timur, jadi pasti kalau ombak tinggi maka rumah-rumah itu bakal roboh. Banjir dari darat dan ombak dari laut jadi lengkal sudah," cetusnya. 

Mewakili masyarakat sekitar, dirinya berharap agar pemerintah daerah mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah tersebut. 

"Kami minta supaya kalau bisa itu pemerintah bisa melihat dan bantu kami sekarang, supaya jangan terulang ke depan lagi," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved