Maluku Hari ini
Aliansi Mahasiswa Maluku Desak Wakil Rakyat Evaluasi Pertambangan PT Batulicin di Malra
Puluhan mahasiswa di berbagai Kampus yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Maluku demo menolak aktivitas penambangan di PT. Batulicin.
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan wartawan TribunAmbon.com Ummi Dalila Temarwut
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Puluhan mahasiswa di berbagai Kampus yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Maluku demo menolak aktivitas penambangan di PT. Batulicin milik Haji Isam di wilayah Ohoi Nerong, Ohoirenan dan sekitarnya.
Aksi itu berlangsung di Kantor Gubernur Maluku dan berlanjut di Gedung DPRD Maluku, Senin (16/6/2025).
Mereka mendesak anak adat Kei yang duduk di kursi DPRD Maluku untuk segera memanggil dan mengevaluasi pertambangan serta meninjau ulang semua izin tambang yang berdampak terhadap hak ulayat masyarakat adat Kei.
“Kami mendesak agar para anggota DPRD Maluku untuk mengevaluasi pertambangan serta meninjau ulang semua izin tambang,” teriak salah seorang orator dalam aksi tersebut.
“Jika para anggota dewan dari Maluku Tenggara tidak mampu membela tanah mereka sendiri, maka rakyat akan berdiri dan bersuara. Kami tidak akan tinggal diam,” imbuhnya.
Baca juga: Dinilai Bungkam Soal Polemik PT Batulicin, Pendemo Pajang Foto Gubernur dan 8 Anggota DPRD Maluku
Baca juga: Menghadapi Musim Hujan, Karutan Tinjau Kelancaran Drainase dan Kebersihan Lingkungan Kantor
Massa aksi bahkan menilai aktivitas tambang di Malra telah cacat hukum.
Untuk itu, massa aksi menuntut transparansi, keberanian politik, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat yang selama ini diabaikan.
Dalam aksi itu, pendemo juga memajang foto Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa dan delapan wakil rakyat.
Diantaranya, Benhur Watubun, Fauzan rahawarin, Mumin Refra, Hasim Rahayaan, Welem Kurnala, Sulaiman Letsoin, Yunus serang, dan Saodha Tethol.
Pemajangan foto para wakil rakyat itu bukan tanpa sebab.
Pasalnya, mereka dinilai bungkam terhadap aktivitas penambangan yang sedang berlangsung.
"Kami tidak akan masuk kedalam gedung DPRD Provinsi Maluku jika anak negeri tidak keluar menemui kami," ujar Koordinator Lapangan, Fadel Notanubun, Senin (16/6/2025).(*)
Perkokoh Sinergi, Pangdam dan Kapolda Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Keamanan |
![]() |
---|
Jaksa Limpahan Kasus Korupsi Dana Desa Ridool-KKT ke Pengadilan Tipikor |
![]() |
---|
Cabuli Anak Dibawah Umur, Opa Daud di Vonis 5 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Polisi Maluku Gelar Klinik Terapung, Sasar Buru Pelabuhan dan Nelayan di Tulehu |
![]() |
---|
Klinik Mata Nusa Ina, Harapan Baru Warga Pulau Seram tuk Layanan Kesehatan Mata Terjangkau |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.