Minggu, 19 April 2026

Ambon Hari Ini

Balap Liar Kembali Marak di Ambon, Warga Keluhkan Ketidakhadiran Polisi

Dalam sebuah video yang diterima TribunAmbon.com, terlihat sejumlah pemuda memacu kendaraan roda dua dengan kecepatan tinggi.

Istimewa
BALAP LIAR - Tampak aksi balap liar di jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, sekitar pukul 01.00 WIT dini hari tadi, Minggu (1/6/2025). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Aksi balap liar kembali meresahkan warga Kota Ambon, terutama pada malam Minggu. 

Sekitar pukul 01.00 WIT dini hari tadi, Minggu (1/6/2025), balap liar dilaporkan terjadi di dua lokasi utama, yaitu di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Sirimau, dan juga di pusat Kota Ambon, tepatnya di Jalan Pattimura.

Dalam sebuah video yang diterima TribunAmbon.com, terlihat sejumlah pemuda memacu kendaraan roda dua dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Beberkan Alasan Penjadwalan Ulang Kemah Bela Negara, Pemuda MBD: Kadispora Maluku Harus di Copot

Salah seorang bahkan melakukan aksi standing atau mengangkat roda depan.

Tak berselang lama seorang pemuda tampak terjatuh akibat tak mampu mengendalikan laju kendaraan.

Menurut Eten, salah seorang warga Kota Ambon, saat balap liar berlangsung, tidak terlihat adanya petugas kepolisian di lokasi. 

"Tidak ada polisi saat kejadian balap liar," jelas Eten. 

Ia menambahkan bahwa sebelumnya memang ada polisi yang berpatroli, namun mereka tidak berjaga secara statis untuk mencegah terjadinya aksi balap liar

Alhasil, para pembalap liar dengan leluasa melakukan aksinya.

Balap liar ini berlangsung kurang lebih setengah jam sebelum akhirnya polisi tiba di lokasi. 

Begitu polisi datang, para pembalap liar langsung kocar-kacir membubarkan diri.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Eten menyarankan agar pihak kepolisian meningkatkan pengawasan dan penjagaan, terutama setiap malam Minggu, untuk mencegah terulangnya balap liar. 

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemberian sanksi tegas.

"Seharusnya pada setiap malam Minggu, sebaiknya polisi melakukan penjagaan untuk mencegah terjadi balap liar, berikutnya, harusnya ada sanksi tegas dari pihak kepolisian," tegas Eten. 

Baca juga: Sejumlah Rumah di Ohoiel Maluku Tenggara Rusak Diterjang Banjir

Ia khawatir, jika tidak ada sanksi tegas, maka tidak akan ada efek jera bagi para pelaku, khususnya generasi muda.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved