Malteng Hari Ini
5 Negeri di Seram Utara Berekonsiliasi, Harap Dampak Konflik Sosial Bisa Terselesaikan
Kelima perwakilan negeri itu antara lain, dari Negeri Adm Masihulan, Negeri Sawai, Dusun Rumaolat, Negeri Adm Ollong dan Negeri Huaulu di Seram
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI,TRIBUNAMBON.COM - Perwakilan lima negeri terdampak bentrok di Seram Utara berekonsiliasi.
Mereka dimediasi oleh Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo untuk bertemu Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Rabu (28/5/2025) kemarin.
Kelima perwakilan negeri itu antara lain, dari Negeri Adm Masihulan, Negeri Sawai, Dusun Rumaolat, Negeri Adm Ollong dan Negeri Huaulu di Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.
Saat diwawancarai di Masohi, Kamis (29/5/2025), selaku inisiator pertemuan itu, Wajo menerangkan sejumlah harapan disampaikan oleh masing-masing perwakilan negeri kepada gubernur terkait dampak konflik sosial yang mereka alami.
Diantaranya, permintaan membuka akses jalan ke Sawai atau sebaliknya agar tidak terhalang.
Kemudian pembangunan infrastruktur rumah korban konflik dan proses hukum yang transparan.
Baca juga: Kelrey Sebut Alexander Patty Penuh Rekayasa: Sudah Ramai di Media Baru Dia Mulai Bicara
Baca juga: Ambon Posisi ke-11 Kota Toleran dari 94 Kota di Indonesia
"Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal menuju rekonsiliasi dan penyelesaian konflik yang terjadi akhir Maret lalu," tutur Politisi PDIP itu.
Tentu berangkat dari pertemuan itu, wakil rakyat Dapil Maluku Tengah itu berharap bahwa pertemuan ini dapat membawa kemajuan dalam proses rekonsiliasi.
"Kami berharap ada kemajuan dalam rekonsiliasi negeri berkonflik sehingga perdamaian dapat cepat terwujud," kata Alhidayat Wajo.
Ia mengungkapkan, Gubernur dan Wakil Gubernur menyambut baik permintaan tersebut dan berjanji untuk menindaklanjuti secepatnya.
Gubernur Hendrik Lewerissa menyatakan bahwa pemerintah akan membangun 69 rumah di Masihulan yang terbakar dan 2 rumah di Olong yang terbakar juga akan dibangun kembali.
"Gubernur minta akses ke Sawai dibuka sementara waktu siang aja dulu. Beliau akan komunikasikan dengan Kapolda. Kemudian dalam waktu dekat rumah dibangun maka akses jalan bisa dibuka 24 jam," ungkapnya.
Wajo turut memberikan pesan-pesan persuasif perdamaian pada masyarakatnya. Menurutnya, konflik tidak ada gunanya karena berdampak negatif terhadap ekonomi dan hubungan persaudaraan.
Ia juga menyampaikan kabar gembira bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur berjanji untuk turun ke Seram Utara dalam waktu dekat guna membahas rekonsiliasi lebih lanjut.
"Untuk pembiayaan 71 rumah nanti patungan kabupaten kota se-Maluku berpartisipasi bangun 71 rumah yang terbakar itu arahan dari Pak Gubernur," lanjut dia.
Atas langkah mediasi rekonsiliasi yang telah dilakukan itu, Politisi itu menaruh harapan besar bahwa pertemuan ini dapat menjadi langkah awal menuju rekonsiliasi dan penyelesaian konflik yang pernah terjadi di Seram Utara Kabupaten Maluku Tengah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ALHIDAYAT-WAJO-e.jpg)